Polres Minsel

Polres Minsel (55)

Minsel, Sulutnews.com - Satu lagi terobosan kreatif  produk inovatif Polres Minahasa Selatan dibidang kemitraan dan pendidikan, yaitu Program ‘Polisi Peduli Siswa’. Program ini mengedepankan fusngsi kepolisian dari unit patroli Satuan Sabhara.

Kapolres Minsel AKBP FX. Winardi Prabowo, SIK, saat ditemui di ruang kerjanya Rabu pagi (21/3/2018) mengemukakan bahwa program ‘Polisi Peduli Sekolah’ ini dilaksanakan dalam bentuk kegiatan antar jemput siswa- siswi yang hendak berangkat ataupun pulang sekolah.

“Para siswa-siswi diantar berangkat dan dijemput pulang menggunakan kendaraan patroli polisi dari Satuan Sabhara. Program ‘Peduli Sekolah’ ini dalam rangka pembinaan kemitraan dan pendidikan khususnya bagi anak remaja usia sekolah,” ungkap Kapolres.

Kapolres mengharapkan melalui program inovatif ini dapat mendongkrak kepercayaan dan kecintaan masyarakat terhadap polri dalam kerangka peningkatan pelayanan publik yang profesional, modern dan terpercaya.

“Besar harapan kami melalui program ‘Polisi Peduli siswa’ ini dapat meningkatkan kepercayaan serta kecintaan warga masyarakat terhadap Polri, juga sebagai sarana membangun kemitraan dan berbagi informasi terkait kamtibmas melalui komunikasi interaktif Polri dan masyarakat,” tambah AKBP Winardi. (ferrowaney)

Minsel, Sulutnews.com - Tim Kejagung RI melakukan kunjungan rutin di Kejaksaan Negeri Amurang Minahasa Selatan. Namun bersamaan dengan kunjungan tersebut terlihat sejumlah Pejabat Minsel memasuki halaman kantor Kejaksaan Negeri Amurang Minsel.

Dari keterangan security Kejaksaan Amurang, Ia mengatakan bahwa kedatangan Tim Kejagung RI adalah memang kunjungan rutin setiap bulan, namun kedatangan pejabat Minsel di kejaksaan, mungkin terkait pemeriksaan.

"Kedatanga Tim Kejagung RI hanya kunjungan rutin saja, tidak ada kaitannya dengan pemeriksaan sejumlah pejabat di kalangan pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan," jelas Jansen. Selasa (20/3)

Sementara itu Kasi Intel Kejaksaan Negeri Minahasa Selatan Novelino membenarkan akan hal tersebut. Ia mengatakan kalau kedatangan Tim Kejagung RI adalah resmi karena kunjungan rutin saja, tidak ada kaitannya dengan pemeriksaan sejumlah pejabat Pemkab Minsel.

"Jadi pemeriksaan sejumlah pejabat Pemkab Minsel tidak ada kaitan dengan kedatangan Tim Kejagung RI. Kunjungan tersebut hanya kunjungan rutin saja." tutupnya.

Dari pantauan media ini terdapat 2 kepala SKPD yang diperiksa oleh pihak Kejaksaan Negeri Minsel, selama 4 jam. (ferrowaney)

Minsel, Sulutnews.com - Pemusnahan barang buki miras hasil operasi hasil operasi kepolisian dalam hal ini Polres Minahasa Selatan melalui Polsek Amurang.

Pemusnahan dilakukan langsung oleh Kapolres Minahasa Selatan, AKBP, FX Winardi Prabowo, SIK didampingi Kapolsek AKP, Arie Prakoso, SIK dihalaman Polsek Amurang Kecamatan Amurang Kabupaten Minahasa, Senin (19/3).

Sambutan Kapolres Minsel AKBP, FX. Winardi Prabowo, SIK mengatakan pemusnahan ini dilakukan, sebagai komitmen Polres Minsel dalam menjaga kondisi keamanan serta penyakit masyarakat, apalagi miras ini dapat merusak para genarasi muda, karena kebanyakan yang terpindana adalah genarasi muda. 

"Ini adalah bentuk komitmen antara pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan bersama Kepolisian dalam mengantisipasi kesenjangan sossial akibat miras. Disamping itu pula memperlihatkan kepada masyarakat bahwa Polres Minsel tidak main-main memberantas minuman keras, apalagi penjulan yang tidak mempunyai ijin." jelas Kapolres.

Harapan kami, wilayah Kabupaten Minahasa Selatan para Lurah dan Hukum Tua dapat bersama-sama menciptakan suasana aman, serta mengantisipasi minuman keras  yang bisa menimbulkan gangguan kantibmas. Karena kebanyakan efek miras sangat besar, bahkan beberapa khusus pembunuhan, asal mulanya minuman keras.

Kapolsek Amurang AKP, Arie Prakoso, SIK menegaskan pemusnahan miras adalah hasil operasi rutin Polsek Amurang dari tahun 2017 sampai 2018 dengan total sebanyak 10 ribu liter lebih. 

"Jadi dari hasil operasi rutin polsek amurang, telah mengamankan 10 ribu lebih minuman keras berbagai merek tanpa injin. Dan saat ini akan dilalukan pemusnahan, agar masyarakat tidak berpikir bahwa hasil sitaan tersebut dipergunakan untuk kepentingan Polri dalam hal ini Polsek Amurang." beber Prakoso.

Sementara itu, Tokoh agama Pdt John Sagrang, S.Th, ini mengatakan ini adalah bagian kerjasama semua pihak, sebagai tokoh agama, kami hanya bisa  mengingatikan kepada masyarakat, jangan karena terpengaruh minuman keras, lantas melakukan hal-hal yang melanggar hukum.

"Kami memberikan apresiasi dan mendukung kepada pihak Polres Minsel, dalam peran mengantisipasi tindak kejahatan akibat minuman keras. Tentunya progresif masyarakat dapat lebih profesional, dan selalu berpegang pada hukum dan ketentuan yang berlaku." tutupnya.

Hadir dalam acara tersebut, Kepala Pengadilan Amurang, Mewakili Kejari Amurang Kasi Pidum, Pihak TNI, Camat Amurang, Camat Amurang Timur, Camat Amurang Barat, dan para tokoh masyarakat, tokoh agama serta jajaran polsek amurang dan polres minsel. (ferrowaney)

Minsel, Sulutnews.com - Polsek Modoinding mengamankan 10 siswa SMP (sekolah menengah pertama) yang terlibat aksi perkelahian, Kamis (15/3/2018). di SMP Negeri 2 Modoinding.

Kapolsek Modoinding Iptu Suradiman saat dikonfirmasi mengatakan, bahwa pihaknya langsung mendatangi TKP saat menerima informasi dari para guru.

“TKPnya di SMP Negeri 2 Modoinding, dimana sebanyak sepuluh siswa terlibat dalam aksi perkelahian yang disebabkan oleh selisih paham,” ungkap Suradiman

Para siswa ini pun segera dibawa di kantor Polsek Modoinding untuk diamankan dan dilakukan pembinaan mental. “Kami juga mengundang seluruh orang tua para siswa yang berkelahi ini untuk dilakukan pembinaan dan diberikan arahan dari pihak kepolisian,” tukas Kapolsek.

Usai menjalani proses pembinaan, seluruh siswa dan orang tuanya dipersilahkan untuk pulang ke rumah masing-masing setelah menandatangani surat pernyataan tidak mengulangi lagi perbuatan tersebut.

Ia menambahkan, diharapkan kepada seluruh orang tua murid dan para guru untuk dapat melakukan pengawasan serta fungsi kontrol dan pembinaan positif, agar permasalahan seperti ini tidak terjadi lagi.(/FW)

Minsel, Sulutnews.com - Personil gabungan unit piket fungsi Polsek Tenga mengamankan seorang pelaku tindak pidana penganiayaan, RL (Reinal), 21 tahun, warga Desa Pakuure Satu Kecamatan Tenga, Kabupaten Minahasa Selatan, pada Rabu malam (14/3/2018).

Kapolres Minahasa Selatan AKBP FX. Winardi Prabowo, SIK, saat dikonfirmasi melalui Kapolsek Tenga Iptu Muhammad Amri, membenarkan penangkapan ini. Ia mengatakan setelah mendapat laporan langsung melakukan penangkapan.

“Kami mengamankan tersangka tindak pidana penganiayaan, seorang lelaki berinisial RL alias Reinal, 21 tahun, warga Desa Pakuure Satu, atas tindak pidana penganiayaan terhadap korban Max Panambunan, 61 tahun, seorang pensiunan pegawai negeri, warga Desa Pakuure Satu,” ungkap Kapolsek.

Tersangka melakukan penganiayaan terhadap korban menggunakan senjata tajam jenis pisau sangkur, sehingga mengakibatkan korban mengalami luka robek di tangan kanan dan kirinya. 

“Tersangka dan barang bukti pisau sangkur telah kami amankan, untuk kasus ini masih akan dilakukan pengembangan terkait dengan motif, kronologis dan modus operandinya,” ungkap Kapolsek. (ferrowaney)

 

Minsel, Sulutnews.com - Kapolsek Amurang AKP Arie Prakoso, S.IK, menerima informasi dan Laporan dari Masyarakat bahwa akan melintas di Jalan Trans Sulawesi Kendaraan Toyota Rino Warna Merah dengan Nomor Polisi DB 8258 AY bermuatan Minuman Keras Jenis Captikus tanpa dilengkapi dengan dokumen yang sah, Kamis (15/3/2018).

Dari Informasi dan Laporan tersebut Kapolsek Amurang bersama anggota melakukan lidik lanjut dan didapat informasi bahwa Kendaraan Toyota Rino yg bermuatan Miras Jenis Captikus tersebut bergerak dari Desa Elusan Kec. Amurang Barat Kab. Minahasa Selatan dengan alibi akan membawah Miras Jenis Captikus ke Pabrik Sesuai dengan aturan, peraturan Daerah / Propinsi yg mengatur tentang tata cara penjualan dan pengiriman Miras jenis Captikus dari Penampung ke Pabrik pengelolah Miras.

Polisi pun melakukan pembuntutan terhadap kendaraan truck Rino DB 8258 AY bermuatan Minuman Keras Jenis Captikus. Tiba di Amurang, kendaraan tersebut berbelok menuju arah Minahasa Tenggara. Tiba di jalan raya antara Desa Poniki dan Desa Liwutung, kendaraan truck tersebut langsung dihentikan polisi untuk dilakukan pemeriksaan.

Kendaraan tersebut digiring sampai ke Polsek Amurang untuk dilakukan pemeriksaan lanjutan dan pada Pukul 04.00 Wita setelah sampai di Mako Polsek Amurang Pengendara Mobil yg belum sempat dimintai keterangan meninggalkan mobil tanpa sepengetahuan dan tidak meminta ijin kepada Petugas.

"Saat ini kendaraan Toyota Rino yang bermuatan Miras Jenis Captikus Kurang Lebih 220 Galon masing-masing pergalon 35 Liter diamankan di Mako Polsek Amurang untuk proses dan keperluan penyidikan lebih lanjut. Totalnya 7.700 liter,” tutup Kapolsek.

 

 

Minsel, Sulutnews.com - Satuan Reserse Narkoba (Satres Narkoba) Polres Minahasa Selatan bersama Balai POM (Pengawas Obat dan Makanan) Manado, dan Dinas Kesehatan Kabupaten Minahasa Selatan, melaksanakan razia terpadu di sejumlah rumah produksi mie basah dan tahu yang ada di Pasar Amurang dan Pasar Tumpaan, Selasa (13/3/2018).

Kasat Resnarkoba Polres Minsel Iptu Erween Tanos, SH, saat dikonfirmasi mengungkapkan bahwa, pelaksanaan kegiatan ini, sesuai dengan hasil pemeriksaan Balai POM, terdapat 2 (dua) produsen mie basah yang dinyatakan positif menggunakan bahan kimia berbahaya, boraks.

"Jadi setelah diadakan uji laboratorium dari Balai POM bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Minahasa Selatan, terhadap sejumlah sampel, dan ditemukan ada 2 (dua) produsen mie basah yang positif menggunakan boraks," ungkap Kasatres Narkoba.

Dari hasil tersebut, maka kami langsung melakukan penyitaan terhadap puluhan kilogram mie basah yang terbukti menggunakan boraks.  Dengan hasil tersebut akan dijadikan barang bukti, guna proses penyelidikan dan penyidikan. 

"Kita menyita 15,5 kilogram mie basah di Pasar Amurang dan 24,4 kilogram di Pasar Tumpaan. Sampelnya telah kita sisihkan sebagai barang bukti dalam proses penyelidikan dan penyidikan, sisanya kita musnahkan," pungkas Kasat Resnarkoba. (ferrowaney)

Minsel, Sulutnews.com - Polres Minahasa Selatan menggelar acara 'Deklarasi Anti Hoax', Senin (13/2/2018), yang melibatkan unsur Forkopimda (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah) Kabupaten Minahasa Selatan dan Kabupaten Minahasa Tenggara, TNI, serta seluruh tokoh agama dan tokoh masyarakat, serta insan pers.

Deklarasi Anti Hoax, yang dilaksanakan di gedung aula Polres Minsel dihadiri juga seluruh pejabat utama dan para Kapolsek jajaran serta dibuka langsung oleh Kapolres AKBP FX. Winardi Prabowo, SIK.

"Berita bohong atau Hoax saat ini menjadi hits di berbagai media sosial. Hoax sangat berbahaya, karena dapat menimbulkan keresahan, perselisihan bahkan pertikaian dan kerusuhan," ungkap Kapolres.

Olehnya diperlukan suatu kesamaan visi, suatu kesepakatan, suatu pernyataan bersama melalui deklarasi segenap elemen masyarakat terkait dengan pernyataan sikap anti hoax.

"Kita semua satu, Indonesia, jangan sampai terpecah belah hanya karena terjebak dalam isu-isu murahan, seperti SARA maupun konten internet negatif yang bersifat provokatif. Kita semua harus bersatu menentang hal itu, kita tegaskan bahwa kita anti hoax," tegas Kapolres.

Sementara itu Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan melalui Wakil Bupati Franky Donny Wongkar, SH mengatakan, sangat mendukung kegiatan seperti ini, dimana ini dapat meminimalisir permasalahan yang dapat menimbulkan SARA. Untuk itu saya berharap kepada seluruh jajaran pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan untuk selalu waspada pada pemberitaan yang mengadung unsur hoax. 

"Ini menjadi peringatan kita bersama, lebih kusus pada insan pers. Pers harus profesional dalam dalam hal pemberitaan. Karena letak informasi ada ditangan jurnalistik. Untuk itu sebagai mitra kerja pemerintah, marilah kita ciptakan suatu informasi yang membangun serta kritikan yang mengedepankan kemajuan disegala bidang." pungkas Wongkar

Acara deklarasi ini diakhiri dengan penandatanganan spanduk kesepakatan bersama 'Anti Hoax', oleh Wakil Bupati Minsel Franky Donny Wongkar, SH, DPRD Minsel, unsur Forkopimda, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat. (ferrowaney)

Minsel, Sulutnews.com - Satuan Reserse Narkoba (Satres Narkoba) Polres Minahasa Selatan mengamankan 10 botol minuman keras impor golongan B dan C tanpa ijin. Miras tersebut disita aparat kepolisian saat pelaksanaan razia di sejumlah tempat hiburan malam di seputaran Kota Amurang, pada Sabtu (3/3/2018).

Kasat Res Narkoba Iptu Erween Tanos, SH, menerangkan bahwa kegiatan razia kepolisian yang dilakukan pihaknya ini dalam kaitan mengantisipasi peredaran narkotika, obat terlarang, barang berbahaya maupun minuman keras tanpa ijin.

“Tempat hiburan merupakan salah satu domain yang berpotensi dijadikan tempat peredaran narkoba maupun barang berbahaya lainnya. Olehnya, razia ini dilaksanakan sebagai upaya kami mengantisipasi potensi tersebut,” ungkap Iptu Erween.

Razia tempat hiburan ini meliputi pemeriksaan dokumen perijinan minuman keras, identitas pengunjung, serta pengawasan aktivitas yang berpotensi menjurus pada aksi prostitusi.

“10 botol miras impor golongan B dan C berbagai merk berhasil kami sita untuk kepentingan penyelidikan dan penyidikan kepolisian,” pungkasnya. (ferrowaney)

Minsel, Sulutnews.com - Gabungan personil piket fungsi Polsek Tumpaan berhasil mengamankan seorang tersangka kasus pencurian, PO (Pino), 35 tahun, warga Desa Wawontulap Kecamatan Tatapaan, Kabupaten Minahasa Selatan, pada Sabtu malam (3/3/2018).

Kapolres Minahasa Selatan AKBP Winardi Prabowo, SIK, saat dikonfirmasi melalui Kapolsek Tumpaan Iptu Asprijono Djohar, membenarkan penangkapan ini.

“Kami mengamankan seorang lelaki berinisial PO alias Pino alias Opo Pino, 35 tahun, di Desa Wawontulap Kecamatan Tatapaan. PO diamankan selaku tersangka atas tindak pidana Pencurian ternak,” ungkap Kapolsek Tumpaan.

Diketahui bahwa peristiwa pencurian hewan ternak jenis Sapi sering terjadi di Desa Wawontulap selang beberapa hari belakangan ini. Masyarakat pun menjadi resah akibat tindak pidana ini. Hingga pada Sabtu malam (3/3), tersangka yang sedang melakukan aksinya ini digerebek oleh sebagian warga yang langsung melaporkannya kepada pihak kepolisian.

“Kami langsung mendatangi TKP dan melakukan pengejaran terhadap tersangka yang sempat melarikan diri. Tak berselang lama, akhirnya tersangka berhasil kami tangkap dan langsung dibawa ke Polsek untuk diamankan guna proses penyelidikan dan penyidikan lanjutan,” pungkas Kapolsek.

Tersangka PO dijerat pasal pencurian ternak sebagaimana dimaksud dalam pasal 363 ayat 1 ke 1 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 7 (tujuh) tahun pidana penjara. (ferrowaney)