Bitung,Sulutnews.com - Tim Resmob Polres Bitung mengamankan seorang pria berinisial MP (22) yang diduga telah melakukan pencabulan terhadap anak di bawah umur, yang terjadi di Bitung, pada bulan April 2022.

Dihubungi terpisah pada Kamis (30/6/2022) siang, Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast membenarkan hal tersebut.

"Terduga pelaku sudah diamankan oleh polisi pada Rabu (29/6/2022) malam di sekitar Kecamatan Madidir Kota Bitung," ujarnya.

Aksi pencabulan ini terungkap setelah korban melaporkan kejadian tersebut ke ayah korban.

"Setelah mendengarkan pengakuan korban, ayah korban merasa keberatan anaknya yang baru berusia 12 tahun menjadi korban pencabulan dan kemudian melaporkan hal tersebut ke Polres Bitung," kata Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Setelah menerima laporan dari ayah korban, polisi segera melakukan penyelidikan dan mengamankan terduga pelaku.

"Berdasarkan hasil interogasi, terduga pelaku mengakui telah melakukan pencabulan terhadap korban sebanyak 2 kali, yaitu pada pertengahan bulan April dan akhir bulan April 2022," pungkas Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Saat ini terduga pelaku sudah berada di Mako Polres Bitung untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Penulis: ARP

Manado,Sulutnews.com - Tim Resmob Polres Tomohon mengamankan terduga pelaku pencurian handphone, yang terjadi di Kelurahan Kakaskasen III Kecamatan Tomohon Utara, Selasa (28/6/2022).

Dikonfirmasi Kamis (30/6/2022) siang, Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast membenarkan hal tersebut.

"Polisi mengamankan 2 pria, yaitu masing-masing FW (31) oknum honorer warga Tomohon Tengah yang diduga melakukan pencurian, dan SO (44) yang melakukan pembelian barang hasil curian, pada hari Rabu (29/6/2022)," terangnya.

Pencurian tersebut dilaporkan oleh Ang Kok Thung (75) yang menjadi korban pencurian, yang terjadi di kios miliknya.

"Awalnya korban sedang melayani seorang pria yang sedang membeli sebungkus rokok. Setelah selesai melakukan transaksi, pria tersebut meninggalkan kios. Saat itu korban sadar jika handphone Samsung miliknya sudah hilang," ujar Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Pasca kejadian tersebut, korban segera melapor ke Polres Tomohon dan langsung ditindaklanjuti oleh Tim Resmob.

"Polisi segera melakukan penyelidikan dengan mengecek kamera pemantau yang berada di kios milik korban. Berdasarkan video kamera pemantau tersebut, polisi mendapatkan ciri-ciri pelaku dan segera melakukan pengembangan," lanjutnya.

Saat diamankan Tim Resmob di sekitar Tomohon Tengah, terduga pelaku FW mengaku jika barang hasil curian telah dijual kepada sesorang.

"Berdasarkan pengakuan FW, polisi kemudian melakukan pencarian barang bukti dan berhasil mengidentifikasi keberadaan handphone. Selanjutnya polisi mengamankan barang bukti dan seorang warga yang membeli hasil curian, di wilayah Tomohon Selatan," pungkas Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Saat ini kedua pria tersebut sudah diamankan di Mako Polres Tomohon guna pemeriksaan lebih lanjut.

Penulis: ARP

Manado,Sulutnews.com - Tim Opsnal Polres Tomohon mengamankan 2 pria terduga pelaku pencurian kendaraan bermotor roda dua, yang terjadi di Kelurahan Kakaskasen Tiga, Kecamatan Tomohon Utara, pada hari Selasa (21/6/2022) sekitar pukul 05.00 Wita.

Terpisah, Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast membenarkan hal tersebut.

"Kedua terduga pelaku masing-masing berinisial MW (27) warga Minut dan AR (28) warga Tomohon, diamankan pada hari Senin (27/6/2022) di sebuah rumah kos di wilayah Kakaskasen," ujarnya, Selasa (28/6/2022).

Kedua terduga pelaku tersebut nekat melakukan pencurian sepeda motor di sebuah warung milik seorang warga bernama M. Ali.

"Awalnya korban memarkirkan sepeda motor Yamaha Lexi di di dalam warung miliknya. Saat terbangun di pagi hari, korban melihat sepeda motor miliknya sudah hilang," kata Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Mengetahui sepeda motornya hilang, korban selanjutnya melaporkan peristiwa tersebut ke Polres Tomohon.

"Berdasarkan laporan korban, Tim Opsnal segera menindaklanjutinya dengan melakukan penyelidikan dan pengembangan," lanjutnya.

Polisi kemudian melakukan pengecekan kamera pemantau yang berada sekitar Tempat Kejadian Perkara (TKP).

"Dari hasil pemeriksaan kamera pemantau, polisi kemudian mengantongi ciri-ciri para pelaku yang berjumlah 2 orang," katanya.

Usai mengamankan kedua terduga pelaku, polisi kemudian melakukan pencarian terhadap barang bukti.

"Setelah mengamankan kedua terduga pelaku, polisi selanjutnya mencari keberadaan barang bukti yang diakui pelaku sudah dijual ke salah satu warga di Kota Manado," ujar Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Saat dilakukan pencarian barang bukti, terduga pelaku MW mencoba melarikan diri.

"Karena mencoba melarikan diri, polisi akhirnya melakukan tindakan tegas dan terukur terhadap MW," ujarnya.

Dari catatan kepolisian yang ada, terduga pelaku berinsial MW merupakan seorang residivis.

"Pada tahun 2020, MW sempat menjalani masa tahanan 1 tahun kurungan penjara dalam kasus yang sama," pungkas Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Saat ini kedua terduga pelaku bersama barang bukti sudah diamankan di Polres Tomohon guna pemeriksaan lebih lanjut.

Penulis: ARP

Bitung,Sulutnews.com - Tim Resmob Polres Bitung  mengamankan terduga pelaku tindak pidana pengeroyokan yang terjadi di Kelurahan Pinokalan pada hari Senin (27/6/2022) sekitar pukul 19.00 Wita.

Dihubungi terpisah pada Selasa (28/6/2022) pagi, Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast membenarkan hal tersebut.

"Terduga pelaku berjumlah 3 orang pria, masing-masing berinisial IR (18), CK (18) dan RM (19). Ketiganya diamankan di sekitar TKP, beberapa saat setelah kejadian," terangnya.

Ketiga terduga pelaku melakukan pengeroyokan terhadap korban, seorang pria bernama Faldan Kahembu (16), gegara mabuk.

"Tanpa sebab yang jelas, ketiga terduga pelaku yang sudah mabuk melihat korban di jalan dan langsung melakukan pemukulan dengan menggunakan tangan kosong," terang Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Kejadian tersebut sempat dilerai oleh ayah korban yang kebetulan berada di sekitar TKP.

"Ayah korban sempat berusaha melerai pengeroyokan tersebut, namun justru para terduga pelaku berusaha memukul dan menendangnya. Para terduga pelaku kemudian pergi sambil berteriak-teriak dan melempari kios yang ada di pinggir jalan raya tersebut," lanjutnya.

Akibat pengeroyokan tersebut, korban mengalami luka lebam di kepala.

"Kondisi korban lebam dan bengkak pada bagian kepala dan sempat masuk RSUD Manembo-nembo Bitung kemudian dirawat jalan," pungkas Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Saat ini ketiga terduga pelaku sudah diamankan di Polres Bitung untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Penulis: ARP

Tomohon,Sulutnews.com - Pasca dugaan penyekapan dan pengancaman terhadap seorang oknum karyawan Wanita yang disinyalir di lakukan oleh Bos Mini Market Sari Madu Tomohon, Jumat (24/6/2022) kemarin, langsung membuat heboh masyarakat kota Tomohon.

Bahkan secara terang - terangan kepada media ini, muncul lagi sejumlah oknum yang mengaku pernah menjadi korban yang sama di Mini Market yang beralamat di Jl. Sam Ratulangi Kota Tomohon tersebut.

"Sebut saja seorang perempuan berinisial RK. Kepada media ini RK mengaku tahu persis kelakuan mantan Bos nya itu, Tahun 2002 saya pernah jadi karyawati di tempat itu, "dia pe Ci memang kejam, ujar RK.

Bahkan terungkap tidak hanya perempuan RK saja.  kepada media ini salah satu perempuan berinisial AT juga mengungkapkan hal yang serupa.

"Saya pernah bekerja di situ. Seingat saya  waktu saya kerja di situ tahun 2012  jam kerja kami di mulai 5 subuh sampai jam setengah 1 malam.  Kalau makan itu nanti di jam 5 subuh, kalau tidak nanti di jam 3 atau jam 4 sore, ucap AT

Diceritakan AT satu waktu dirinya tidak lupa, karena sering terlambat makan akhirnya pernah mengalami kena sakit mag. Menurut AT itu karna sering terlambat makan. "Bahkan saat saya  pusing saya tidak di bawa ke rumah  sakit tapi malah bos saya itu hanya menyuruh teman saya mengangkat saya dan dipindahkan ke lantai 2 di mini Market tersebut.

"Kalau kita mo  minta pulang itu ci ancam pa kita. kalo kita mo pulang  bayar dulu itu kita jaga makang deng doi frak ada bayar dari pa kita pe kampung ka tomohon, itu baru kita boleh pulang.

Sementara itu tu ci bilang lagi, kalo kita pulang babadiam itu ci mo tuduh kalo kita ada mencuri walaupun kita nda mencuri, jadi kalau kita  mo bayar itu lebih dari kita ada makang dengan itu doi frak.

Karna kita so nda tahan tinggal disitu kita tetap pulang babadiam cuma kita pe baju itu ci so simpang duluan baru kita ada pulang, kong  cirita pa kita pe orang tua.  jadi kita  pe papa deng kita  langsung  ka tomohon kong lapor pa kapolsek di tomohon pada waktu itu.

Jadi kita deng kita pe papa naik oto kranjang polisi kong pi tokoh sari madu. pe sampe di tokoh itu pak polisi so bawa pa kita di dalam tokoh kong minta kita pe baju deng gaji karna memang baru 1 minggu ada kerja di situ. Itupun ci cuman kase kita pe baju, kalo gaji dia so nda kase karna bayar kerugian itu mita ada makang - makang di situ,  jadi pak Wartawan memang itu ci terlalu kejam deng sombong, ungkap Perempuan AT yang membeberkan kejadian yang pernah dia alami saat bekerja di Mini Market Sari Madu Tomohon.

TerpisahJustino A M Uno ,panggilan akrab “Jerry Uno” Warga setempat mengaku tidak heran dengan sikap Bos Sari Madu Tomohon. dikatakan Uno yang di Ketahui adalah Ketua Generasi Muda (GM) Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI Polri (FKPPI) terkait peristiwa ini siapa saja, termasuk Pemilik Sari Madu  harus diberikan sangsi hukum yang tegas oleh Kepolisian, mereka harus di proses hukum karna dari dulu sudah banyak kejadian serupa yang di lakukan oleh pemilik mini market tersebut, ucap Jerry Uno yang mengaku tau persis  kelakuan Bos sari madu terhadap karyawan - karyawannya itu.

Terkait peristiwa ini Kapolres Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Arian Primadanu Colibrito SIK MH di Konfirmasi Sabtu (25/6/2022) baru - baru ini mengatakan bahwa kasus ini sementara di pelajari oleh pihaknya. "Kasus ini sementara kita pelajari sambil mengumpulkan bukti dan akan memeriksa sejumlah saksi di TKP, ucap Kapolres. "Jadi kalau ada oknum - oknum yang mengaku pernah menjadi korban kami himbau harap melaporkannya ke Polisi, Jangan takut  melapor pasti kami layani, imbuh Kapolres.

 Penulis: ARP

Tomohon,sulutnews.com- Tim URC Totosik Polres Tomohon menggerebek aksi pesta miras sambil menikmati lem ehabond di Tumatantang Satu, Tomohon Selatan,Jumat, (24/06-2022).

Kapolres Tomohon, AKBP Arian Primadanu Colibrito SIK MH melalui Katim URC Totosik, Aipda Yanny Watung menjelaskan, dalam peristiwa penggerebekan tersebut, Polisi berhasil mengamankan 5 orang dan sejumlah barang bukti minuman keras jenis captikus, beberapa lem ehabond dan sebuah senjata tajam salah satu dari lima pelaku yang kami amankan di tempat tersebut.

Kelima orang yang ada yakni RK alias Raymond (26), warga Jalan Siswa Sario Manado, JR alias Jefri (41), warga Tumatantang Satu, TR alias Theo (23), Warga Bumi Nyiur Manado, DK alias Daniel (22), warha Tanjung Batu Wanea Manado dan GU akias Gerald (18), warga Sario Kota Baru Manado,” jelas Katim.

Dijelaskannya, kronologis terjadinya penangkapan ketika Tim Totosik mendapat laporan dari warga di Tumatantang Satu, bahwa telah terjadi kejadian dan pengancaman. Saat itu tersangka Jefri yang sudah dalam keadaan mabuk terlibat dalam mulut dengan tetangganya.

“Melihat Jefri datang bersama teman-teman, tetangga tersebut langsung melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian. Kami yang mendapatkan laporan langsung bergerak ke lokasi kejadian. Saat tiba di lokasi, kami mendapati tersangka bersama rekan rekannya terlibat dalam pesta miras sambil menikmati lem ehabond,” tuturnya.

Lanjut Katim, kami pun langsung melakukan penggeledahan apabila para tersangka memiliki senjata tajam. Benar saja, saat diperiksa di salah satu kamar rumah milik Jefri, kami berhasil mendapatkan sebuah pisau buruk yang ternyata milik salah satu tersangka, yakni Theo.

“Karena sudah meresahkan para warga dan membuat, para tersangka yang mengunjungi lima orang tersebut langsung kami giring ke Polres Tomohon guna penyidikan lebih lanjut,” urai Katim.

Penulis: ARP

Manado,Sulutnews.com -  Tim Resmob Polres Bitung mengungkap tindak pidana penganiayaan dan pengancaman dengan senjata tajam (sajam) yang terjadi di Kelurahan Bitung Barat Dua, pada Jumat (24/6/2022) pagi. Polisi mengamankan 2 terduga pelaku, warga Kecamatan Maesa.

Dihubungi terpisah pada Jumat (24/6/2022) siang, Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast membenarkan hal tersebut.

"Terduga pelaku ada 2 orang yaitu masing-masing pria berinisial WMK (38) dan WK (14). Ayah dan anak ini kemudian diamankan beberapa jam setelah kejadian, saat sedang berada di sekitar TKP," ujarnya.

Aksi penganiayaan ini terjadi karena terduga pelaku WMK menduga bahwa korban pria berinisial CG telah melakukan pencurian handphone milik anaknya dan 2 orang warga lainnya.

"Saat korban sedang duduk menikmati miras, terduga pelaku bersama salah seorang warga datang menanyakan hp yang dipinjam korban. Korban membantahnya selanjutnya langsung memukul warga tersebut," terang Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Melihat hal tersebut, terduga pelaku WMK langsung bereaksi memukul korban disusul anaknya, WK yang melakukan pengancaman

"Terduga pelaku WMK langsung memukul korban dengan menggunakan kepalan tangan sebanyak 3 kali dan mengena di bagian belakang, diikuti anaknya yang mengambil pedang samurai selanjutnya mengejar korban yang sudah melarikan diri," pungkas Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Saat ini kedua terduga pelaku ayah dan anak ini sudah diamankan di Polsek Maesa untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Penulis: ARP

Manado,Sulutnews.com - Tim Resmob Polres Tomohon mengamankan terduga pelaku penganiayaan terhadap Artur Moningka (15) yang terjadi di Kelurahan Taratara I Kecamatan Tomohon Barat, pada hari Senin (20/6/2022) malam.

Dihubungi terpisah pada Jumat (24/6/2022), Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast membenarkan hal tersebut.

"Para terduga pelaku berjumlah 5 orang, masing-masing berinisial KS (15), HB (17), KS (15), GS (12) dan RW (17). Mereka diamankan di rumahnya masing-masing pada hari Kamis (23/6/2022)," terangnya.

Penganiayaan dipicu karena kesalahpahaman antara salah satu terduga pelaku dengan korban.

"Korban yang sedang berjalan menuju lokasi pertandingan sepak bola, dihadang oleh salah satu terduga pelaku. Korban dituduh telah melakukan percakapan melalui pesan facebook dengan pacar terduga pelaku namun dibantah oleh korban," ujar Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Tak terima dengan jawaban korban, terduga pelaku kemudian melakukan pemukulan terhadap korban.

"Tiba-tiba saja korban dipukul dan ditendang oleh terduga pelaku sehingga korban langsung melarikan diri. Selanjutnya datang terduga pelaku lainnya dan bersama-sama memukul dengan tangan kosong dan menendang korban," lanjutnya.

Akibat penganiayaan tersebut, korban mengalami luka-luka di sekujur tubuh.

"Korban mengalami luka lebam di kepala, sakit pada tulang belakang, luka lebam pada tubuh bagian belakang dan bengkak pada kaki kiri. Peristiwa ini kemudian dilaporkan ayah korban ke Polres Tomohon," ujar Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Saat ini para terduga pelaku sudah diamankan di Mako Polres Tomohon untuk diperiksa lebih lanjut.

Penulis: ARP

Manado, Sulutnews.com– Personel Polres Kotamobagu mengamankan seorang pria pelaku penganiayaan secara membabibuta terhadap 12 orang warga dan juga 3 ekor sapi, yang terjadi di wilayah Bolaang Mongondow (Bolmong) dan Kotamobagu, pada Rabu (22/6/2022) sore.

Terpisah, Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast, membenarkan hal tersebut.

“Pelaku berinisial IM (24), warga Lolayan, Bolmong. Pelaku menganiaya para korban dengan menggunakan parang,” ujarnya, Rabu malam.

Penganiayaan pertama kali terjadi Desa Lolayan, sekitar pukul 16:30 WITA, dengan korban Abdul Halim Damapolii (49), warga Passi Timur, Bolmong.

“Korban saat itu sedang turun dari sepeda motor kemudian langsung dianiaya oleh pelaku di bagian kepala,” kata Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Setelah itu pelaku menghentikan sepeda motor yang dikendarai warga, lalu membawa kabur kendaraan tersebut ke arah Kotamobagu.

“Saat di lampu merah Matali, Kotamobagu, sekitar pukul 17:00 WITA, pelaku menganiaya pembonceng sepeda motor bernama Ceisya Apriani Dodo. Kemudian pelaku melarikan diri ke arah Pobundayan, Kotamobagu,” jelas Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Aksi brutal pelaku rupanya tak berhenti sampai di situ. Saat melintas sepanjang jalan Pobundayan, pelaku kembali menganiaya beberapa warga masyarakat yang berada di pinggir jalan. Pelaku lalu dikejar polisi bersama warga hingga ke arah perbatasan Pobundayan dan Tabang.

“Saat dikejar, pelaku masuk ke lahan penampungan sapi lalu menganiaya tiga ekor sapi milik warga. Setelah itu pelaku beserta barang bukti parang akhirnya berhasil diamankan polisi. Pelaku kemudian dilarikan ke RSUD Pobundayan Kotamobagu karena juga mengalami luka robek di bagian punggung,” kata Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Kombes Pol Jules Abraham Abast menuturkan, 12 orang korban dirawat di RSUD Pobundayan akibat mengalami luka di beberapa bagian tubuh.

“Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, personel Polres Kotamobagu melakukan pengamanan di RSUD Pobundayan dan juga di rumah pelaku,” tuturnya.

Sementara itu menurut keterangan Sangadi (kepala desa) Lolayan, pelaku mengalami gangguan kejiwaan.

“Namun untuk mengetahui kepastian kondisi kejiwaan pelaku, masih menunggu pemeriksaan pihak medis,” tambah Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Kombes Pol Jules Abraham Abast juga mengimbau warga masyarakat khususnya para keluarga korban untuk menahan diri dan tidak terpancing emosi atas kejadian tersebut.

“Warga diimbau tetap tenang dan mempercayakan penanganan kejadian ini kepada pihak kepolisian,” pungkas Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Penulis: ARP

Manado, Sulutnews.com – Tim gabungan Polresta Manado mengamankan seorang pria pelaku pencurian uang dan perhiasan emas yang terjadi di Winangun I, Malalayang, Manado, pada Selasa (14/6/2022) siang.

Terpisah, Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast, membenarkan hal tersebut.

“Pelaku berinisial FH (40), warga Titiwungen Utara, Sario, Manado. Ditangkap di wilayah Banjer, Tikala, Manado, pada Selasa (21/6), sekitar pukul 10:25 WITA,” ujarnya, Rabu (22/6) sore.

Pelaku beraksi di rumah warga bernama Jonni (56), sekitar pukul 13:00 WITA, saat TKP dalam keadaan kosong.

“Pelaku beraksi saat korban dan istrinya bekerja. Ketika pulang pada malam harinya, korban mendapati uang tunai dan sejumlah perhiasan emas yang disimpan di lemari dalam kamar telah hilang,” jelas Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Korban yang mengalami kerugian total kurang lebih Rp102 juta, melapor ke Polsek Malalayang beberapa saat usai kejadian. Laporan direspons tim gabungan dengan melakukan penyelidikan hingga mengantongi identitas pelaku, kemudian menangkapnya.

“Usai menangkap pelaku, tim melakukan pengembangan barang bukti. Namun saat itu pelaku berupaya melarikan diri hingga diberikan tindakan tegas dan terukur di bagian kakinya,” terang Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Tim lalu mendapati sejumlah barang bukti yang digunakan pelaku saat beraksi antara lain, 1 unit sepeda motor, 1 buah hoodie (jaket berpenutup kepala), 2 buah obeng minus, dan 1 buah tang, serta hasil curian berupa 1 buah cincin emas.

“Sedangkan barang bukti hasil curian lainnya masih dalam pengembangan. Kemudian pelaku beserta barang bukti sudah diserahkan dan diamankan di Mapolsek Malalayang untuk diproses lanjut,” kunci Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Penulis: ARP