MANADO, Sulutnews.Com - Rancangan Anggaran dan Pendapatan Belanja Daerah (R-APBD) tahun 2021 yang disampaikan oleh Pemprov pada Rapat Paripurna DPRD Sulut, Kamis (19/11/2020) dikritisi Fraksi Partai Golkar (FPG).

Saat menyampaikan pendapat umumnya FPG melalui juru bicara Cindy Wurangian memberikan sembilan catatan kritis yang diawali lewat jargon kampanue pasangan calon gubernur dan wakil gubernur yang diusung Golkar di mimbar paripurna.

”Sulut nimbole bagini terus. Sulut harus bangkit dari keterpurukan,” tegas Wurangian sambil membeberkan catatan-catatan kritis, Pertama FPG mengharapkan di masa yang akan datang pihak eksekutif dapat menyerahkan materi Ranperda lebih awal, agar seluruh fraksi yang ada di DPRD bersama Anggotanya dapat mempelajari dengan seksama sehingga mampu memberikan sumbangsi, ide-ide, dan pemikiran yang matang, komprehensif dan integral demi kemajuan Sulut," lanjut Wurangian

Catatan Kedua, FPG mengingatkan pihak eksekutif soal postur APBD 2021 harus lebih banyak menyentuh dan berpihak kepada masyarakat. Karena sudah saatnya anggaran-anggaran yang sifatnya rutinitas apalagi seremonial, yang tidak memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dialihkan menjadi program dan kegiatan yang bisa menjawab jeritan tagis masyarakat sulawesi utara.

Juga terkait alokasi anggaran untuk bidang kesehatan cukup signifikan, yaitu sebesar Rp460 miliar lebih. “Olehnya harus dibarengi dengan pelayanan yang optimal. Karena dalam pengamatan di lapangan masih terjadi pengeluhan dari masyarakat ataupun para pasien terhadap pelayanan di pusat-pusat kesehatan dan juga ketersediaan obat-obatan,” kata dia.

FPG pun mengingatkan soal Kelapa, Pala, Cengkeh, Ternak Babi dan Ikan serta hasil Pertanian, Perkebunan, Peternakan dan Perikanan yang mempunyai jasa begitu besar terhadap kelangsungan kehidupan masyarakat sulut sejak dulu kala untuk terus dikembangkan.“ Apapun hambatannya, apapun rintangannya, Pemprop Sulut tidak boleh menyerah, tidak boleh berhenti berjuang mencari solusi terhadap permasalahan yang dihadapi,” ungkap Wurangian.

FPG memandang perlu agar bantuan Pemprop kepada para petani, peternak, nelayan, juga pelaku UMKM dapat terus dikembangkan.“ Yang keenam, begitu banyak produk dari luar yang dengan mudah masuk ke pasar Sulut. sementara itu, produk-produk asli kita masih sering mendapat kendala untuk dipasarkan di luar Sulut, sekalipun masih dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. FPG mengingatkan pemerintah untuk dapat menseriusi, mencarikan solusi terhadap hal ini dan ini harus tergambar dan terukur dalam postur APBD 2021,” tegas wakil rakyat daerah pemilihan Kota Bitung itu.

Bidang pendidikan yang mendapatkan alokasi sebesar Rp1,4 triliun lebih juga tak luput , FPG memandang perlu untuk di anggaran tahun 2021 peralata-perlatan yang seimbang dengan kemajuan teknologi dunia diberikan kepada sekolah-sekolah sehingga proses belajar mengajar, baik secara fisik mapun secara virtual bisa membawa manfaat yang optimal. “Kedelapan, FPG mengingatkap Pemprop untuk tidak berhenti memberikan perhatian serius terhadap investasi terbaik kita, yaitu pendidikan yang berkualitas bagi seluruh lapisan masyarakat Sulut. Kami mengingatkan pemerintah untuk tetap mengalokasikan anggaran beasiswa bagi para pelajar kurang mampu secara ekonomi di semua tingkatan pendidikan, serta kesejahteraan para tenaga pendidik harus lebih diperhatikan,” tandasnya,

Catatan kritis kesembilan, FPG mengingatkan bahwa pada Bulan November saat pembahasan terkait feasibility study persiapan Kawasan Ekonomi Khusus di kota Bitung kiranya segera dituntaskan.“ Fraksi kami kala itu mengangkat filosofi Tionghoa yang berbunyi jika uang kecil tidak keluar maka uang besar tidak akan masuk. Menimba hikmah dari filosofi tersebut FPG memberikan dukungan penuh terhadap pengalokasian anggaran secara maksimal yang sejalan dengan peraturan perundang-undangan untuk menunjang komitmen Pemerintah Propinsi dalam rangka menjadikan Sulut sebagai pintu gerbang di kawasan Asia Pasifik,” tutup Cindy.

Menanggapi Pemandangan Umum FPG, Pjs Gubernur, Agus Fatoni menyampaikan apresiasi atas saran dan tanggapan yang dibacakan Cindy. Ia mengaskan, bahwa pemerintah daerah dalam menyusun APBD 2021 mengutamakan kepentingan publik.

“Dan kegiatan runtin diletakkan seefektif dan efesien mungkin sesuai Permendagri 64/2020 tentang penyusunan APBD tahun 2021,” jawabnya.(josh tinungki)

Sebanyak 8,1 Kg Sabu dan 5.708 Butir Ekstasi Dimusnahkan Jajaran Ditresnarkoba Polda Jateng Pagi Ini

Semarang,Sulutnews.com - Pagi ini, Rabu (10/7/2020) Jajaran Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Jawa Tengah laksanakan pemusnahan barang bukti narkoba sebanyak 8,1 Kg sabu dan 5.708 butir ekstasi. Pemusanahan ini berdasarkan temuan kasus pada Senin (24/09/2020) lalu oleh 3tersangka  di depan Lapas Kedungpane, Ngaliyan, Semarang.

Turut serta dalam kegiatan pagi hari ini Dirresnarkoba Polda Jateng Kombes Pol Ignatius Agung Prasetyoko, Kepala BNN Jateng Brigjen Pol Benny Gunawan, Kabidhumas Polda Jateng Kombes Pol Iskandar Fitriana Sutisna, Irwasda Polda Jateng Kombes Pol Mashudi, dan Ketua DPRD Jateng Bambang Kusriyanto.

Pada saat penangkapan atas kerjasama antara petugas Lapas kelas I Kedungpane Kota Semarang dengan Ditresnarkoba Polda Jateng, di depan kantor Lapas kelas I Kedungpane Kota Semarang. Petugas menangkap CG dan didapati barang bukti berupa 1 (satu) paket sabu berat brutto 101,3 gram.

CG menerangkan jika sabu tersebut milik saudara AS (DPO) yang disuruh untuk meletakan di depan Lapas kelas I Kedungpane Kota Semarang yang nantinya akan diambil oleh orang lain lagi.

"Ini sebagai pembuktian bahwa meski dalam disituasi Pandemi seperti sekarang Ditresnarkoba Polda Jawa Tengah tidak lengah dalam memberantas peredaran narkoba di wilayah Jateng." ucap Kepala BNN Jateng Brigjen Pol Benny Gunawan. Rabu (10/7/2020)

"Siapapun yang terlibat dalam peredaran narkoba baik masyarakat maupun aparat akan di tindak tegas, kedepan petugas akan mengembangkan sistem deteksi dini dan daya tangkal pada peredaran dan penyalahgunaan narkoba dan meningkatkan sinergi para pemangku kepentingan." arahan Kapolda Jateng yang dibacakan Irwasda Jateng Kombes Pol Mashudi, Rabu (10/7/2020)

Tersangka CG mengaku mendapatkan sabu tersebut dengan cara mengambil di sebuah Hotel di Kota Semarang sebanyak 2 (dua) paket sabu masing masing @ + 100 gram. 1 (satu) paket sabu telah di letakan disuatu alamat daerah Plombokan, Kec. Semarang Utara sedangkan 1 (satu) paket sabu lainnya akan di letakan didepan kantor Lapas Kelas I Kedungpane Kota Semarang namun CG sudah ditangkap terlebih dahulu.

"Kami sangat mengapresiasi atas capaian Ditresnarkoba Polda Jateng, kami juga sedang mendorong pemerintah daerah mudah-mudahan bisa selesai tahun ini untuk Perda mengenai Narkoba." Ucap Ketua DPRD Jateng Bambang Kusriyanto

Barang bukti seberat 8,1 Kg sabu dan 5.708 butir ekstasi disita petugas guna pemeriksaan Laboratorium Forensik dan proses pembuktian di Pengadilan dan sisanya dimusnahkan.

 

"Dari Januari sampai sekarang sudah ada total 256 kasus yang diungkap Ditresnarkoba dengan peredaran paling banyak di Kota Semarang, Solo dan Jepara" Ungkap Dirresnarkoba Polda Jateng Kombes Pol Ignatius Agung Prasetyoko, Rabu (10/7/2020).

Tiga tersangka atas nama CG, AM dan AMQ diancam dengan Pasal 114 ayat 2 UU No. 35 Tentang Narkotika dengan ancaman pidana maksimal 20 tahun.(*/Dyah)

TOMOHON, Sulutnews.Com -- Komitmen untuk menjembatani apa yang menjadi aspirasi masyarakat benar- benar direalisasikan oleh Anggota DPRD Sulut asal Daerah Pemilihan (Dapil) Minahasa - Tomohon Wenny Lumentut. Terbukti pada Senin (27/7/2020) dengan difasilitasi pemerintah Provinsi, Lumentut mensuport petani di puncak Wawo Tomohon dengan memberikan bantuan bibit jagung manis dan pembangunan Air bersi untuk mendorong peningkatan produksì pangan masyarakat. Penguatan pangan masyarakat harus terus ditingkatkan apalagi ditengah kondisi Pandemi Covid dan menyambut era baru dalam tujuan pemulihan ekonomi.

"Membantu petani lewat penyaluran Bibit bertujuan untuk lebih memperkuat hasil produksi petani, agar ketersediaan pangan masyarakat benar- benar terjaga, apalagi di situasi pandemi ini," kata Lumentut.

Ketua Fraksi Nyiur Melambai DPRD Sulut ini juga mengatakan potensi perkebunan Wawo sangat besar sehingga perlu terus didorong agar petani lebih termotivasi untuk menggarap lahan pertanian mereka." Penyaluran bibit dan pemngadaan sumber air adalah bentuk perhatian pemerintah Provinsi dibawah kepemimpinan Gubernur Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven OE Kandoiw, agar kendala yang sering dialami petani tidak lagi terjadi," tegas WL.

Pada kegiatan yang ditandai dengan penyerahan bibit jagung secara simbolis, juga disosialisasikan program asuransi bagi petani guna meminimalisasi resiko yang sering dialami petani.(josh tinungki)

Tomohon,Sulutnews.com - Sepandai–pandainya tupai melompat kini terjatuh pula, begitu pun yang dialami salah satu warga MP (24) warga kelurahan Tinoor 2  yang menjadi pelaku aniaya yang menggunakan senjata tajam, bersembunyi selama 9 bulan kini perbuatannya tercium Tim Buser Polres Tomohon yang di nakhodai Bripka Bima Pusung. Kamis 18 Juni 2020.

 Kejadian tersebut berawal karena korban RW (30) warga Tinoor satu Kec.Tomohon Utara  telah menghina tersangka, ketika pada waktu itu tersangaka sempat menanyakan kenapa sampai memfitnah tersangka, namun korban tidak merespon maka saat itu  tersangka menjadi marah dan langsung menikam korban berkali–kali di perut menggunakan pisau. Kejadian ini terjadi beberapa bulan yang lalu ,sabtu 14 september 2019. Setelah melakukan penikaman tersangka berpindah–pindah tempat tinggal menghindari petugas POLRI menangkapnya. Pada akhir bulan Mei 2020,tersangaka mengetahui keberadaan Tim Resmob tersangka langsung melarikan diri. Pada akhirnya awal bulan juni 2020 Tim Resmob mendapat informasi pelaku berada di rumah pacarnya di kel.Kaskasen Dua pada saat penggrebekan tersangka berhasil melarikan diri. Tim Resmob mendapat informasi di hari kamis 18 juni yang mana tersangka ada dirumah neneknya. Tim resmob pun lansung bergegas mendatangi rumah neneknya tersangka langsung diamankan, pada waktu di tanyakan barang bukti, tersangka mengatakan babuk pisau sudah hilang.’’Kata Pusung”

Tim Resmob lansung mengamankan tersangka, langsung di giring ke Polsek Tomohon Utara.

AKBP Bambang Ashari Gatot S.IK M,H melalui Paur Humas Jhon Rumagit  yang didampingi Kanit Resmob Bima Pusung membenarkan DPO yang merupakan resedivis kasus sajam.(/prise)

Tomohon,Sulutnews.com - Team Unit Reaksi Cepat ( URC ) TOTOSIK di anugerahi penghargaan  oleh  berbagai pihak baik masyarakat,tokoh-tokoh agama,tokoh – tokoh pemuda hingga Kepala Polres Tomohon AKBP Bambang Ashari S.IK,M.H,. Atas kinerja yang di capai oleh TEAM URC TOTOSIK yang di nahkodai oleh Bripka Yanny Watung.

Atas kinerja yang di capai Team URC TOTOSIK ini juga mendapat perhatian khusus oleh Kapolda Sulut,Irjen Pol.Royke Lumowa, ketika dalam pelaksananaan Press Conference  pengungkapan sindikat pencurian dan penggelapan kendaraan bermotor  yang dilaksanakan di Mapolda Sulut,,Kapolda Sulut memberikan arahan dan memotivasi kepada TEAM URC TOTOSIK yang sudah menjalankan  tugas dengan baik,Selasa 2 juni 2020.

Selaku Kapolda Sulut Irjen.Pol. Royke Lumowa memberikan  apresiasi atas prestasi yang di capai Team URC TOTOSIK yang telah melaksanakan tugas dengan baik dan tetap semangat dalam menjalankan tugas .”kata Lumowa.

Bripka Yanny Watung pun mengucapkan kembali terima kasih kepada Kapolda Sulut, di samping itu Yanny menyatakan  “apresiasi ini adalah bentuk perhatian Pak Kapolda kepada kami selaku sebagai anak buah dan motivasi dan arahan ini pasti kami akan jalankan dengan baik.”ungkap Yanny.

Disamping itu juga Yanny pun mengucapkan terima kasih yang sebesar –besarnya kepada Kapolres Tomohon  AKBP Bambang Ashari Gatoto S.IK.M.H yang selalu memberikan arahan dan selalu juga memotivasi serta perhatian sehingga kami tidak sukit dalam menjalankan tugas, meski belum lama ditugaskan sebagai pemimpin kami di POLRES TOMOHON,’kata yanny.

Pasti kami akan memberikan  yang terbaik dalam menjalan kan tugas dan siap diberikan bimbingan dan arahan.Ungkap yanny.(/prise)

Tomohon,Sulutnews.com - Perbuatan yang tidak terpuji yang dilakukan oleh ayah kandungnya sendiri. Tidak mampu menahan birahi, tergiur pula dengan anak gadisnya yang masih dibawah umur yang semestinya menjadi permata di keluarga kini masa depannya hancur karena di nodai oleh  ayahnya, Kamis,28 Mei 2020.

Sungguh malang nasib anak gadis ini sebut saja Rindu (16, nama samaran), kini harus mengalami Ketakutan dan Trauma, ini berawal ketika keluarga lain tidak berada dirumah Pelaku  JT (53) alias Koyo, yang adalah ayah dari Rindu, iblis pun merasuki pikiranya sehinnga tidak menahan birahinya, Rindu menjadi sasaran empuknya dan langsung dinodai. Tindakan dari kebejatan ayanhya itu telah dilakukan  secara berulang-ulang sejak tahun 2016 sampai dengan Maret 2020, di rumah pelaku dan korban. Tanpa di ketahui oleh ibunya, karna sudah mendapat ancaman dari ayahnya.

Gadis yang malang ini juga dapat perlakuan seperti yang di lakukan oleh ayahnya kini giliran Pamannya YLM alias anis  (70) melakukan aksi bejat sebanyak tiga kali pada bulan maret 2020. Dengan membujuk dan mengancam sehingga Rindupun layani dengan kepasrahannya.

Pada akhirnya kasus ini pun terbongkar dan di ketahui oleh ibunya dan tidak diterima oleh ibu korban dan langsung melaporkan peristiwa ini ke Team  Buser  yang dikomandai Bripka Bima Pusung.

Team Buserpun langsung merespon dan meninjak lanjuti laporan dan lanjut menuju ke TKP di Tombariri, kedua pelaku tersebut  bersembumnyi di perkebunan Ranotongkor. Setelah didapati kedua pelaku ini dengan tidak ada perlawanan, pelaku JT diamankan pukul 15.30 sedangkan  YLM diamankan pukul 16.30 Kamis, 28 Mei 2020.TEAM  Buserpun langsung mengamankan dan menggiring ke Mapolres  Tomohon.

Kapolres Tomohon AKBP Bambang Ashari Gatot S.IK,M.H dan Humas  Polres Tomohon Aiptu Jhon Rumagit membenarkan perkara tersebut.(Prise)

Tomohon,Sulutnews.com - Kepolisian Rsesort Tomohon (Polres) dibawah kepimpimpinan KAPOLRES kota Tomohon AKBP Bambang Ashari Gatot ,S.IK,M,H melalui Tim buser dan Kanit Reskrim Tomohon tengah mengamankan pelaku penganiyaan secara bersama –sama terhadap orang,Tempat kejadian tersebut di Perumahan Kelurahan  Paslaten kec.Tomohon Timur.Sabtu 23 Mei 2020.

Pada pukul 08.15 dini hari Team reskrim Tomteng mengamankan kedua pelaku yakni Nope ( 26) yang berada di pasar beriman Tomohon dan Ajir berada disalah satu rumah warga diWailan.

Dan di ketahui kejadian tersebut berawal dari sejak pada hari minggu 17 mei 2020 pelaku Nope bertengkar di TKP,pada waktu itu Korban FP melihat pelaku membuat keributan,fP sempat menegur pelaku agar tidak membuat keributan,malah sebaliknya terjadi adu mulut dengan si korban FP.Ketika korban berjalan kearah pelaku,saat itu juga Pelaku Nope langsung memukul menggunakan tangan terkepal denagn secara berulang-ulang sehingga sampai terkena pada bagian kepala korban.dan tiba-tiba datang pelaku Ajir ikut juga memukul korban dengan menggunakan pula tangan terkepal.dan selesainya memukul kedua pelaku tersebut meninggalkan korban di tempat TKP.

Peristiwa tersebut diketahui oleh Reskrim dan buser kemudian kedua pelaku langsung digiring dan di amankan di Mako Polsek Tomohon Tengah.

Untuk diketahui Peristiwa penganiyaan kedua Pelaku dibenarkan oleh Kapolsek Tomohon Tengah,Kanit Reskrim Ipda Simon Wandersteyd,dan kanit buser Bripka Bima Pusung.(prise)

Tomohon, Sulutnews.com - Team URC Totosik pada saat melaksanakan giat patroli di wilayah Kakaskasen II Kec. Tomohon Utara tepatnya di Alva midi Kakaskasen II mendapati sekelompok anak muda yang mencurigakan sementara nongkrong di parkiran Alva midi Kakaskasen II, Team URC Totosik  selanjutnya melakukan pemeriksaan terhadap anak anak muda tersebut.Selasa,19 Mei 2020.

Sesuai dengan informasi yang ada,tuk mengetahui  Identitas anak anak muda tersebut yakni :

Nama : Pr. Christa Kumesan

Umur : 20 Tahun

Agama: Protestan

Pekerjaan: Swasta

Alamat : Kel. Wanea Lingk. 3 Kota Manado

 

Nama : Pr. Bunga CA (nama samaran)

Umur : 16 Tahun

Agama : Protestan

Pekerjaan : Tiada

Alamat : Kel. Teling Atas Lingk. 8 Kota Manado

 

Nama : Lk. Ostraldo Palit

Umur : 21 Tahun

Agama : Kristen

Pekerjaan : Tiada

Alamat : Kel. Bumi Nyiur Lingk. 5 Kec. Wanea Kota Manado

 

Nama : Lk.Nyong JK(nama samaran)

Umur :  18 Tahun

Pekerjaan : Tiada

Agama : Kristen Protestan

Alamat : Kel. Teling tingkulu lingk. 4 Kota Manado

 

Nama : Lk. nyong ART (nama samaran)

Umur : 17 Tahun

Agama : Kristen

Pekerjaan : Tiada

Alamat : Kel. Bumi Nvyiur Lingk. 5 Kec. Wanea Kota Manado

 

Nama : Lk. Tino Damengsina

Umur : 19 Tahun

Agama : Kristen

Pekerjaan : Sopir

Alamat : Kel. Bumi Nyiur Lingk. 5 Kec. Wanea Kota Manado

Dengan berdasarkan kronologi yang ada dimana pada saat sedang dilakukan pemeriksaan Team URC Totosik merasa curiga dengan gelagat para anak muda tersebut sehingga Team URC Totosik memeriksa barang bawaan mereka berupa HP, setelah diperiksa ternyata ditemukan aplikasi michat di 2 unit HP milik dari Pr. Christa Kumesan dan Lk. Ostraldo Palit yang mana aplikasi michat tersebut digunakan untuk melakukan prostitusi online dan di temukan berupa chatingan - chatingan untuk menjajakan diri dari Pr. Christa Kumesan. Selanjutnya Team URC Totosik mengintrogasi para pelaku tersebut :

Dan menurut keterangan dari Pr. Christa Kumesan menerangkan bahwa benar yang bersangkutan memakai aplikasi michat untuk melakukan kegiatan prostitusi olnine, adapun modus operandi yang dilakukan yakni saat akan melakukan prostitusi online mereka tidak stay/tinggal di hotel/penginapan namun mereka menunggu di kendaraan, apabila ada pelanggan yang terhubung via aplikasi michat terlebih dahulu terjadi transaksi besaran harga bookingan setelah ada kesepakatan selanjutnya  menentukan tempat untuk bertemu.

Team URC Totosik pun  selanjutnya mengamankan dan membawa pr. Christa Kumesan dan rekan2 nya ke Mapolsek Tomohon Utara beserta barang bukti berupa 3 unit HP yang digunakan untuk melakuka  prostitusi online via michat, 1 unit kendaraan R4 DB 1927 LD serta 1 kotak alat kotrasepsi (kondom) yang di trima oleh anggota piket Polsek Tomohon Utara. Situasi sampai dengan saat ini tetap aman dan terkendali. (Prise)

Manado, Sulutnews.com - Kapolda Sulut yang baru Irjen Pol Royke Lumowa MM minta semua elemen masyarakat Sulut untuk menjaga Kamtibmas dan berantas mabuk mabuk  dan minuman keras harus diawasi peredaran. Karena sering disalahgunakan, hal itu dikatakan usai acara pelepasan perpisahan dengan Kapolda yang lama Irjen Pol Dr Sigit Try Haryanto di Mapolda Sulut Senin, 17 Februari 2020.

Kapolda yang lama akan pindah menjadi Kapolda Kalimantan Barat. Sementara Kapolda yang baru sebelumnya Kapolda Maluku. Acara dilanjutkan dengan syukuran di Hotel Four point Manado Senin malam yang dihadiri Gubernur Sulut Olly Dondokambey dan Bupati dan Walikota.

Kapolda mengatakan dari laporan yang ada kasus kekerasan karena mabuk setelah minum minuman keras masih banyak. Ini kita harus berantas bersama,  Pihaknya berharap tokoh Agama dan tokoh masyarakat untuk membantu Polri dalam berantas segala kekerasan. Sementara program lain yakni pembenahan lulu lintas dan juga peningkatan pelayanan. Bahkan akan segera melakukan  kunjungan ke Kabupaten Kepulauan dan daerah lain.

Terkait Pilkada 23 September di Sulut pihaknya akan melanjutkan program dari Kapolda lama. Kita harus sukseskan dan harus berjalan lancar nanti.

Sementara itu Gubernur Sulut Olly Dondokambey dalam malam perpisahan di Hotel Four point Manado Senin malam menyampaikan banyak terimah kasih kepada jajaran Polda yang sudah membantu menjaga keamanan di Sulut sehingga Pilek dan Pilpres tahun 2019 berjalan lancar dan aman. Selain itu juga Polri sangat berperan menjaga Kamtibmas. Kedepan ada Pilkada diharapkan Polda membantu juga menjaga keamanan. Acara ditandai dengan penyerahan cendra mata.(/Fanny)

Manado, Sulutnews.com - Pengesahan Kesepakatan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrat Bersih Melayani) di Lingkungan Pengadilan Tinggi Negeri Manado berlangsung lancar, Kamis (9/1) bertempat di Ruang Serba Guna PTN Manado.

Ketua Pengadilan Negeri Manado Lukman Bachmid yang dihubungi sulutnews.com usai mengadiri acara tersebut menjelaskan pengesahan Zona Integritas menuju WBK dan WBBM bertujuan menciptakan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat pencari keadilan dengan birokrasi yang bebas korupsi.

"Supaya lebih meningkatkan pelayanan lebih baik kedepannya kita canangkan Zona Integritas WBK dan WBBM," kata Lukman Bachmid di ruang kerjanya, Kamis (9/1).

Ia mengatakan pula Menpar RB meminta seluruh jajaran dan stakeholder bersama-sama membenah diri pada tahun 2020.

Khususnya di Jajaran Pengadilan Negeri Manado kini bersedia diuji dan diaudit guna mentaati seluruh progres negara, untuk menciptakan birokrasi yang bersih dan bebas korupsi.

Tahun 2019 Pengadilan Negeri di Manado bahkan di provinsi Sulawesi Utara baru sampai pada tingkat penilaian saja. Tahun ini, kata dia, mereka akan berusaha mendapatkan sertifikasi atau Seti WBK dan WBBM

Hakim yang selalu peduli dengan persoalan rakyat ini mengatakan kesepakatan Zona Integritas WBK dan WBBM tahun ini masih sama dengan tahun sebelumnya yang disahkan diantaranya Zona Penetapan Integrias Sumber Daya Manusia (SDM) di seluruh jajaran PTN dan PN. (*/yayuk)