Saat Pandemik Di Manado, Harga Emas 24 Karat Capai Rp1 Juta Lebih Per Gram

Written by  Yayuk Wulur Aug 01, 2020

Manado, Sulutnews.com - Investasi Emas sangat digandrungi di semua kalangan karena kemudahan dan nilainya yang tetap terjaga dari masa ke masa.

Dahulu investasi emas hanya bisa dilakukan secara fisiknya, maka kini seseorang dapat dengan mudah pula berinvestasi melalui buku rekening emas di PT Pegadaian (Persero) yang beroperasi di seluruh wilayah di Indonesia dan di Sulawesi Utara.

Pimpinan Cabang PT Pegadaian Manado Utara Supandi mengatakan, Sabtu (1/8), sejak  pemerintah mengumumkan Pandemik Corona,  mempengaruhi daya beli yang meningkat dan daya gadai naik.

PT Pegadaian Cabang Manado Utara di Jalan Soetomo No.199 Wenang Pinaesaan, melakukan banyak kebijakan antara lain selama Pandemik nasabah emas tetap bisa bertransaksi di outlet. "Karena Pegadaian adalah sebuah perusahaan perseroan, kami sangat menyadari banyak masyarakat yang memerlukan layanan dana yang cepat," ujar Supandi.

Optimalisasi aset untuk menciptakan pertumbuhan produk kredit, serta meningkatkan pelayanan Pegadaian sebagai lembaga keuangan terbaik di Indonesia juga semakin ditingkatkan.

"Saat ini kami tidak lagi membatasi pelayanan kepada masyarakat seperti waktu masa sebelum new normal. Kami sudah umumkan sudah melayani outlet unit layanan," ucap Supandi sembari menambahkan tiap nasabah perlu menggunakan masker saat berada di outlet, menjaga jarak batas petugas oulet saat bertransaksi, hal ini kami lakukan untuk langkah pencegahan penyebaran virus corona.

Harga emas naik di level Rp1.016.000/1gram Selain disebabkan Pandemik Corona, naiknya harga emas 24 karat juga karena masalah ekonomi, tambahnya.

Ia memberi gambaran sejarah dunia yang memaksa harga emas melangit,  pada tahun 1980 (pecah Perang Teluk 1) memaksa harga emas 24 karat naik di level Rp25 ribu per gram. Selanjutnya (Perang Teluk 2 ) tahun 2002 naik pada level Rp160 ribu,  (Perang Teluk 3) yang berakhir tahun 2011 naik lagi menjadi Rp 300 ribu. Levelnya naik tinggi pada saat Pandemik Corona mencapai Rp1.028.000 per gramnya pada awal Agustus. (yuk)