Hukum

Hukum (6)

Minsel, Sulutnews.com - Tim unit reaksi cepat (URC) Polsek Tenga berhasil mengungkap sindikat peredaran kupun judi togel dengan mengamankan seorang tersangka, OW (Osah), 43 tahun, seorang ibu rumah tangga warga Desa Tenga Kecamatan Tenga Kabupaten Minahasa Selatan, siang tadi Kamis (23/11).

Keberhasilan pengungkapan tindak pidana judi togel ini berawal dari adanya informasi warga masyarakat setempat. “Kami langsung menindaklanjuti laporan warga ini dengan melaksanakan kegiatan penyelidikan dan setelah semuanya selesai, langsung dilakukan penggeberekan,” ungkap Kapolsek Tenga Iptu Muhammad Amri.

Tersangka OW (Osah) diamankan polisi dalam status tertangkap tangan sedang melakukan penulisan syair togel di rumahnya. “Dari tangan tersangka, kami menyita barang bukti berupa kertas syair, buku shio, serta uang tunai senilai Rp. 135.000,” tambah Kapolsek.

Terpantau tersangka OW (Osah) bersama dengan barang bukti telah diamankan di Polsek Tenga untuk menjalani proses penyidikan kepolisian.(Ferrowaney)

 

Minsel, Sulutnews.com - Oknum Hukum Tua Desa Pondos Kecamatan Amurang Barat Kabupaten Minahasa Selatan, SA alias Cali ditahan dan mendekam rumah tahanan Mapolres Minsel. Pasalnya oknum Hukum Tua tersebut tersandung kasus tindak pidana pencurian.

Kasus yang dilaporkan korban FM  atas tindakan pencurian kopra, langsung  ditanggapi serius  pihak Polres Minahasa Selatan (Minsel).  Hal ini dibenarkan oleh Kepala Satuan (Kasat) Reskrim melalui Kepala Unit (Kanit) Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Iptu Duwi Gali, SIK.  "Cali bersama dua tersangka lainnya resmi ditetapkan sebagai tersangka karena diduga keras melakukan tindak pidana pencurian," kata Iptu Duwi Gali, Rabu, (22/11/17).

Penanganan kasus oknum Hukum Tua Pondos sementara diproses. Saat ini pihak Polres Minsel sedang memenuhi kelengkapan penyidikan dan akan dilimpahkan ke kejaksaan.

"Pihak Polres telah berusaha melakukan mediasi antara tersangka dan korban. Namun sampai sekarang belum ada titik temu, jadi secepatnya akan dilimpahkan," tutur Gali.

Oknum Hukum Tua tersebut di tangkap dirumah kediamannya, oleh tim Buruh sergap (Buser) yang dipimpin Kepala Tim (Katim) Buser Ipda Fadly.

Dari informasi yang dirangkum media media ini, lewat surat penahanan yang didapat, tersangka Cali bersama KM alias Kendy dan AM alias Andre dikenakan pasal  363 ayat 1 KUHP, dan saat ini mendekam di rumah tahanan Polres Minsel.(Ferrorwaney)

Minsel, Sulutnews.com - Tim buser Polres Minahasa Selatan berhasil melakukan penangkapan dan menyergapan dugaan pencurian mobil, tepatnya dijalan Trans Sulawesi Kelurahan Kawangkoan Bawah Kecamatan Amurang Barat Kabupaten Minahasa Selatan

Penangkapan dilakukan berdasarkan laporan dari Polsek Sario Manado dan media sosial. Dengan laporan tersebut, Tim Buser Polres Minsel langsung melakukan pengembangan, dan dengan siap tanggap, akhirnya berhasil menangkap tersangka, Rabu (22/11) sekitar jam 3 sore bersama barang bukti mobil jenis Mitsubitsi Mikrolet DB 1590 AK.

"Jadi setelah mendapat informasi tentang pencurian mobil melalui Polsek Sario dan media sosial, Tim Buser Polres Minsel langsung melakukan pengejaran. Dan berhasil menangkap tersangka dan barang buktinya. Untuk penanganan selanjutnya, akan dibawah ke Polsek Sario Manado," ujar KBO Res Polres Minsel Iptu Dwi Galih

Lanjutnya, kerena diketahui kendaraan tersebut berasal dari Kota Manado, dengan trayek Malalayang-45, dan tersangka bertempat tinggal di Kaima namun tinggal dikost-kostsan Manado. Sesuai informasi tersangka membawah mobilnya sejak tanggal 19 November 2017.

"Tersangka (AL) Anga Lengkong diduga melakukan pencurian mobil mikrolet sejak tanggal 19 november 2017 dengan trayek Malalayang-45 kota Manado. Untuk itu kasus ini akan diserahkan ke Polsek Sario guna penyidikan selanjutnya," pungkas Galih.(Ferrowaney)

 

Minsel, Sulutnews.com - Tim Peneliti dari Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) dipimpin oleh Brigjen Pol. Drs. Oerip Subagyo, mengunjungi Polres Minahasa Selatan, pagi tadi, Rabu (22/11). Kunjungan tersebut dalam rangka melaksanakan penelitian terhadap penyebaran “hate speech” (ujaran kebencian) yang bisa merusak persatuan dan kesatuan Bangsa, serta upaya pencegahan dan penanganannya.

Adapun Tim Peneliti terdiri dari beberapa dosen STIK diantaranya Kombes Pol Drs. Fery Abraham, M.M,  AKBP Drs. H. Samsuri M.M sebagai sekretaris Tim Peneliti, Pembina Dr. Zulkarnein Koto, SH, M.Hum, dan Pembina Dr. (C) Ekawaty K, SH, M.Hum.

Kedatangan Tim disambut langsung oleh Kapolres Minahasa Selatan AKBP Arya Perdana, SH,SIK,MSi, Wakapolres Kompol Prevly Tampanguma, SH, dan seluruh Pejabat Utama Polres Minahasa Selatan. Usai transit di ruang kerja Kapolres, Tim Dosen STIK kemudian melakukan kegiatan penelitian yang diikuti Kabag Ops, Kasat Intelkam, Kasat Reskrim, Kasat Binmas, Kasubbag Humas, insan Pers dan sejumlah tokoh masyarakat.

“Hate Speech atau ujaran kebencian yang lagi tren saat ini, baik yang diucapkan secara langsung ataupun melalui media sosial menjadi salah satu potensi yang dapat merusak persatuan dan kesatuan kehidupan berbangsa dan bernegara, olehnya harus ada aksi nyata dalam upaya pencegahan maupun penanggulangannya,” ungkap Kombes Pol Drs. Fery Abraham, M.M.

Terpantau kegiatan korespondensi penelitan ‘hate speech’ ini berlangsung aktif, seluruh peserta tampak sangat antusias dalam memberikan pendapat, opini bahkan saran penanggulangan terhadap ujaran kebencian.(Ferrowaney)

Minsel, Sulutnews.com - Tim unit reaksi cepat (URC) Polsek Tenga berhasil menangkap 3 (tiga) tersangka kasus penganiayaan, MS (Meyer), 40 tahun, warga Desa Pakuure Satu; GM (Gerald), 27 tahun, warga Malalayang; dan HL (Hendra), 36 tahun, warga Desa Pakuure Satu.

Para tersangka diamankan Polisi pada dini hari tadi, Selasa (21/11), di Desa Pakuure Satu Kecamatan Tenga Kabupaten Minahasa Selatan, sehubungan dengan tindak pidana penganiayaan secara bersama-sama terhadap korban Justitia Loindong, 22 tahun, warga Desa Pakuure.

“Kejadiannya terjadi pada hari Minggu dinihari kemarin (19/11), dimana para tersangka melakukan tindak pidana penganiayaan secara bersama-sama terhadap korban, Justitia Loindong, mengakibatkan korban mengalami luka robek di pelipis mata sebelah kanan dan luka robek di jari kelingking,” jelas Kanit Sabhara Polsek Tenga Aiptu Herry Torar.

Usai melakukan aksinya, ketiga tersangka langsung melarikan diri dari kejaran petugas dan sempat buron selama kurang lebih 24 jam. Upaya kerja keras dan semangat pantang menyerah dari Tim URC Polsek Tenga akhirnya membuahkan hasil yang memuaskan, para tersangka akhirnya bisa ditemukan dan diamankan.

Terpantau, ketiga tersangka saat ini sudah diamankan di Polsek Tenga untuk menjalani proses penyelidikan dan penyidikan pihak kepolisian. “Para tersangka telah diamankan untuk menjalani penyelidikan dan penyidikan lanjutan,” pungkas Aiptu Herry.(Ferrowaney)

Minsel, Sulutnews.com - Polsek Tenga mengamankan seorang tersangka tindak pidana pengancaman dan pengrusakan, OK (Otje), warga Desa Pakuure Kecamatan Tenga Kabupaten Minahasa Selatan, Kamis (16/11). Tersangka OK diamankan sesaat setelah polisi menerima laporan perempuan Olvi Maleke, sesama warga Desa Pakuure.

“Kita langsung bergerak cepat menjemput dan mengamankan tersangka sehubungan dengan tindak pidana pengancaman dan pengrusakan sebagaimana yang dilaporkan oleh korban,” ungkap Kapolsek Tenga Iptu Muhammad Amri.

Kronologis kejadian berawal saat tersangka mengira bahwa anak korban memakai air miliknya dalam pekerjaan membuat batako. Tersangka emosi kemudian mengancam anak korban serta memotong selang air milik korban sehingga tidak bisa digunakan lagi.

“Anak korban yang merasa ketakutan atas ancaman tersangka, memberitahukan kejadian tersebut pada ibunya yang kemudian melaporkan kepada pihak kepolisian,” tambah Kapolsek.

Tersangka pun langsung dijemput di rumahnya dan dibawa ke Kantor Polsek Tenga untuk dimintai keterangan. “Saat ini tersangka sudah diamankan di Polsek untuk proses pemeriksaan kepolisian,” pungkas Kapolsek.(ferrowaney)