Hukum

Hukum (12)

Minsel, Sulutnews.com - Kasus penganiayaan yang terjadi di Desa Tawaang Barat Kecamatan Tenga, Minahasa Selatan, pada Kamis dinihari (22/2/2018), yang menyebabkan korban Alfa Kumaat, 27 tahun, meninggal dunia akibat tikaman senjata tajam.

Kapolres Minahasa Selatan AKBP FX. Winardi Prabowo, SIK, yang langsung turun mendatangi TKP bersama Kasat Reskrim AKP Mochamad Nandar, SIK, dan melihat langsung situasi di lokasi kejadian.

Ia mengatakan bahwa sesuai hasil penyelidikan serta keterangan dari beberapa saksi dan keluarga, mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengantongi identitas pelaku penganiayaan ini. Untuk itu kami telah melakukan pengejaran, agar secepatnya tersangka ini dapat ditangkap.

“Kami telah melakukan proses identifikasi di tempat kejadian serta mengumpulkan bahan keterangan dari sejumlah saksi, adapun tersangkanya telah kami kantongi, sedang dalam upaya pencarian dan pengejaran petugas,” ungkap Kapolres.

Dari informasi media ini, awal diketahui bahwa kejadian penganiayaan ini berawal dari pesta miras bersama antara tersangka, korban dengan teman-temannya. Usai pesta miras, tersangka kemudian menikam korban menggunakan senjata tajam jenis pisau. Korban terjatuh ke dalam selokan dan langsung meninggal dunia di tempat kejadian.

“Barang bukti pisau, baju pelaku, serta satu unit sepeda motor yang tertinggal di TKP telah kami amankan, selanjutnya untuk tersangka akan terus dilakukan pengejaran,” pungkas Kapolres. (ferrowaney)

Minsel, Sulutnews.com - Kejaksaan Negeri Tinggi Kabupaten Minahasa Selatan menetapkan 3 tersangka kasus korupsi Dana Penanggulangan Bencana yang bersumber pada APBN dan APBD dengan dialokasikan pada Badan Penanggulan Bencana Daerah Kabupaten Minahasa Selatan sebesar 15 Miliar, saat jumpa pers yang dipimpin langsung oleh Kepala Kejari Lambok Sidabutar, SH, MH, diaula kantor Kejaksaan, Kamis (22/2).

Dalam kasus tersebut Ia menjelaskan bahwa penggunaan berupa konstruksi pembuatan darurat tembok pantai di Kelurahan Ranoyapo Kecamatan Amurang, oleh BNPB Daerah Kabupaten Minsel, sesuai dengan penyelidikan tanggal 17 Oktober 2017 dengan alokasi dana 5 Miliar. Juga pekerjaan konstruksi perbaikan darurat pembuatan tebing Desa Suluun Raya pada tahun 2016 dan pembuatan darurat tembok pengaman pantai Desa Ongkaw serta proyek pembuatan tebing di Desa Karimbow.

Juga Dana APBD Kabupaten Minahasa Selatan dengan lokasi yang sama yaitu Kelurahan Ranoyapo sebesar 5 Miliar tanpa ada proses lelang hanya melakukan penunjukan langsung dengan alasan darurat bencana. Untuk itu sesuai dengan hasil temuan serta barang bukti, maka penanganan kasusu penyelidikan ditingkatkan menjadi penyidikan. 

"Kami telah tingkatkan kasus ini menjadi penyidikan sesuai dengan temuan barang bukti melalui tim ahli yang sudah di turunkan di lokasi. Semua penyelidikan yang sudah dilakukan, sudah berkoordinasi langsung dengan BPK RI di Jakarta dan melakukan supervisi bersama Komisi Pemberantasan Korupsi sesuai dengan laporan yang masuk." ujar Sidabutar.

Lanjutnya, dari hasil penyelidikan, kusus untuk pengerjaan pembuatan pengaman tembok pantai di Kelurahan Ranoyapo Kecamatan Amurang dengan sumber dana APBN, maka ditetapkan 3 tersangka yaitu inisal HMJK (ASN), SYP (ASN) dan CYAABW merupakan direktur penyedia barang dan jasa.

"Jadi dari hasil penyidikan tim ahli beserta saksi, maka kami telah menetapkan 3 tersangka, dengan sanggahan melanggar pasal 2,3 UU tindak pidana korupsi nomor 31 tahun 1999, sebagaimana diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001." tukas Sidabutar.

Ia menambahkan bahwa kasus ini akan dikembangkan serta akan mengungkap aktor dibelakangnya, karena telah terjadi pengurangan volume sebesar 45% dari nilai kontrak. Adapun pemeriksaan saksi sebanyak 24 orang dan besar kemungkinan akan ada tersangka yang menyusul. (ferrowaney)

Minsel, Sulutnews.com - Satuan Sabhara Polres Minahasa Selatan bersama Satuan Pol PP Kabupaten Minahasa Selatan melaksanakan kegiatan operasi rutin dalam bentuk razia dengan sasaran siswa siswi yang bolos saat jam sekolah, Kamis (8/2/2018). 

Kegiatan razia dipimpin langsung Kasat Sabhara Polres Minsel AKP Ronny Rondonuwu didampingi unit trantib dan personil Sat Pol PP. Personil gabungan menyisisr sejumlah tempat yang sering dijadikan tempat mangkal para pelajar yang bolos sekolah seperti lokasi warung, pesisir pantai dan pekuburan.

Kapolres AKBP FX. Winardi Prabowo, SIK melalui Kasat Sabhara Polres Minsel AKP Ronny Rondonuwu mengatakan ini adalah proses mengantisipasi tindakan yang tidak terpuji dari para pelajar. Apalagi sudah tersangkut dengan minuman keras, pastilah akan mengarah kearah negatif.

“Tujuan kami untuk memberikan efek jera kepada anak sekolah, siswa dan pelajar yang merupakan generasi muda penerus bangsa agar tidak melakukan hal-hal yang menjurus pada tindakan kontra produktif, yang dapat merugikan diri sendiri dan keluarga, serta berpotensi mengganggu stabilitas kamtibmas,” ungkap Kasat Sabhara.

Dari pantauan media ini, sejumlah anak sekolah terjaring dalam razia ini. Umumnya mereka ditemukan saat sedang nongkrong dan santai di warung makan dekat sekolah serta kios-kios pinggiran Pantai Boulevard Amurang. (ferrowaney)

Minsel, Sulutnews.com - Polsek Amurang mengamankan 4 (empat) remaja putri yang kedapatan menghirup lem ehabon di salah satu rumah warga di Kelurahan Ranomea Kecamatan Amurang Timur, Kabupaten Minahasa Selatan, Jumat (26/1/2018).

Keempat remaja putri yang diamankan polisi yaitu PW (15 tahun), RT (13 tahun), AN (19 tahun) dan YR (15 tahun). “Warga Kelurahan Kawangkoan Bawah, Motoling dan Ranomea, diantaranya ada yang masih berstatus siswi sekolah menengah,” ungkap Kapolres Minahasa Selatan AKBP FX. Winardi Prabowo, SIK, didampingi Kapolsek Amurang AKP Arie Prakoso, SIK.

Adapun keempat remaja putri ini digerebek warga saat sedang melakukan pesta lem ehabon. “Awalnya kita mendapatkan informasi dari warga tentang ditemukannya keempat remaja ini saat sedang menghirup lem ehabon,” tambah Kapolsek Amurang.

Piket SPK (Sentra Pelayanan Kepolisian) Polsek Amurang pun langsung mendatangi TKP dan mengamankan keempat remaja ini. “Kita juga mengamankan barang bukti berupa beberapa bungkus rokok, 3 (tiga) kaleng lem ehabon, pakaian dalam pria dan senjata tajam jenis parang; kasus ini masih akan dilakukan pendalaman,” pungkas Kapolres. (ferrowaney)

 

Minsel, Sulutnews.com - Satuan Lalulintas Polres Minahasa Selatan berhasil mengamankan pelaku penyerangan terhadap seorang perwira menengah Polri, AKBP Syamsurizal Mokoagow. “Diamankan pada pagi tadi pkl. 08.00 wita di rumahnya, pelaku merupakan warga Kecamatan Amurang, Minahasa Selatan,” ungkap Kasat Lantas AKP Ferdinan Runtu, SH, saat dikonfirmasi pagi tadi (Selasa, 23/1/2018).

Sebagaimana diketahui kejadian penyerangan terjadi pada Senin (22/1/2018) dini hari pkl. 00.00 wita di di Jalan Trans Sulawesi Desa Sapa Kecamatan Tenga Kabupaten Minahasa Selatan, dimana kendaraan R4 jenis Nisan X Trail nomor polisi B 2379 I yang ditumpangi oleh Pak AKBP Syamsurizal Mokoagow, ditabrak dari belakang oleh kendaraan R4 Suzuki Carry pick up nomor polisi DB 8038 EF.

Usai menabrak, pengemudi R4 Carry pick up sempat berhenti dan mengeluarkan senjata tajam jenis parang, namun karena diketahui korban adalah anggota polisi maka pelaku pun langsung melarikan diri. Kejadian ini pun langsung menjadi atensi khusus segenap jajaran Polres Minahasa Selatan.

Kapolres Minahasa Selatan AKBP FX. Winardi Prabowo, SIK, mengungkapkan bahwa upaya pengejaran terhadap pelaku berhasil dilaksanakan oleh personil jajarannya melalui kegiatan penyelidikan serta proses identifikasi di lokasi kejadian.

“Pelaku berhasil diidentifikasi berdasarkan alat bukti berupa TNKB serta sajam yang tertinggal di TKP, terimakasih untuk kerja keras segenap personil jajaran dalam upaya pengejaran ini, ntuk kasus ini masih akan dilakukan pendalaman,”ungkap Kapolres.(Fw)

Minsel, Sulutnews.com - Polsek Sinonsayang berhasil mengungkap sindikat judi togel dan mengamankan 4 (empat) orang tersangka, RP (Roy), 50 tahun, warga Desa Ongkaw Dua; WT (Wenly), 32 tahun, warga Desa Motoling Satu; RS (Ros), 32 tahun, warga Desa Boyong Pante Dua; dan DA (Deni), 48 tahun, warga Desa Boyong Pante Dua.

Keempat tersangka diamankan pada kemarin siang, Senin (15/1/2018), setelah sebelumnya tim gabungan Polsek Sinonsayang melakukan upaya penyelidikan berdasarkan informasi intelijen serta hasil pendalaman dan investigasi anggota kepolisian di lapangan.

Kapolres Minahasa Selatan AKBP FX. Winardi Prabowo, SIK, didampingi Kapolsek Sinonsayang Iptu Alex Karundeng, mengungkapkan bahwa pengungkapan tindak pidana judi togel ini merupakan tindak lanjut dari adanya laporan warga masyarakat yang telah resah dengan adanya kegiatan perjudian ini.

“Kita berhasil mengungkap sindikat judi togel yang disinyalir beroperasi lintas Kecamatan dengan mengamankan 4 (empat) tersangka selaku pengecer dan pengumpul kupon togel; ini juga merupakan tindak lanjut kita akan laporan warga terkait dengan aktivitas perjudian yang telah meresahkan masyarakat,” ungkap Kapolres.

Dari tangan para tersangka, polisi mengamankan barang bukti berupa kupon togel, kertas rekapan, serta uang tunai taruhan senilai Rp. 404.000,-.(FW)

 

Minsel, Sulutnews.com - Tim unit reaksi cepat (URC) Polsek Tenga berhasil mengungkap sindikat peredaran kupun judi togel dengan mengamankan seorang tersangka, OW (Osah), 43 tahun, seorang ibu rumah tangga warga Desa Tenga Kecamatan Tenga Kabupaten Minahasa Selatan, siang tadi Kamis (23/11).

Keberhasilan pengungkapan tindak pidana judi togel ini berawal dari adanya informasi warga masyarakat setempat. “Kami langsung menindaklanjuti laporan warga ini dengan melaksanakan kegiatan penyelidikan dan setelah semuanya selesai, langsung dilakukan penggeberekan,” ungkap Kapolsek Tenga Iptu Muhammad Amri.

Tersangka OW (Osah) diamankan polisi dalam status tertangkap tangan sedang melakukan penulisan syair togel di rumahnya. “Dari tangan tersangka, kami menyita barang bukti berupa kertas syair, buku shio, serta uang tunai senilai Rp. 135.000,” tambah Kapolsek.

Terpantau tersangka OW (Osah) bersama dengan barang bukti telah diamankan di Polsek Tenga untuk menjalani proses penyidikan kepolisian.(Ferrowaney)

 

Minsel, Sulutnews.com - Oknum Hukum Tua Desa Pondos Kecamatan Amurang Barat Kabupaten Minahasa Selatan, SA alias Cali ditahan dan mendekam rumah tahanan Mapolres Minsel. Pasalnya oknum Hukum Tua tersebut tersandung kasus tindak pidana pencurian.

Kasus yang dilaporkan korban FM  atas tindakan pencurian kopra, langsung  ditanggapi serius  pihak Polres Minahasa Selatan (Minsel).  Hal ini dibenarkan oleh Kepala Satuan (Kasat) Reskrim melalui Kepala Unit (Kanit) Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Iptu Duwi Gali, SIK.  "Cali bersama dua tersangka lainnya resmi ditetapkan sebagai tersangka karena diduga keras melakukan tindak pidana pencurian," kata Iptu Duwi Gali, Rabu, (22/11/17).

Penanganan kasus oknum Hukum Tua Pondos sementara diproses. Saat ini pihak Polres Minsel sedang memenuhi kelengkapan penyidikan dan akan dilimpahkan ke kejaksaan.

"Pihak Polres telah berusaha melakukan mediasi antara tersangka dan korban. Namun sampai sekarang belum ada titik temu, jadi secepatnya akan dilimpahkan," tutur Gali.

Oknum Hukum Tua tersebut di tangkap dirumah kediamannya, oleh tim Buruh sergap (Buser) yang dipimpin Kepala Tim (Katim) Buser Ipda Fadly.

Dari informasi yang dirangkum media media ini, lewat surat penahanan yang didapat, tersangka Cali bersama KM alias Kendy dan AM alias Andre dikenakan pasal  363 ayat 1 KUHP, dan saat ini mendekam di rumah tahanan Polres Minsel.(Ferrorwaney)

Minsel, Sulutnews.com - Tim buser Polres Minahasa Selatan berhasil melakukan penangkapan dan menyergapan dugaan pencurian mobil, tepatnya dijalan Trans Sulawesi Kelurahan Kawangkoan Bawah Kecamatan Amurang Barat Kabupaten Minahasa Selatan

Penangkapan dilakukan berdasarkan laporan dari Polsek Sario Manado dan media sosial. Dengan laporan tersebut, Tim Buser Polres Minsel langsung melakukan pengembangan, dan dengan siap tanggap, akhirnya berhasil menangkap tersangka, Rabu (22/11) sekitar jam 3 sore bersama barang bukti mobil jenis Mitsubitsi Mikrolet DB 1590 AK.

"Jadi setelah mendapat informasi tentang pencurian mobil melalui Polsek Sario dan media sosial, Tim Buser Polres Minsel langsung melakukan pengejaran. Dan berhasil menangkap tersangka dan barang buktinya. Untuk penanganan selanjutnya, akan dibawah ke Polsek Sario Manado," ujar KBO Res Polres Minsel Iptu Dwi Galih

Lanjutnya, kerena diketahui kendaraan tersebut berasal dari Kota Manado, dengan trayek Malalayang-45, dan tersangka bertempat tinggal di Kaima namun tinggal dikost-kostsan Manado. Sesuai informasi tersangka membawah mobilnya sejak tanggal 19 November 2017.

"Tersangka (AL) Anga Lengkong diduga melakukan pencurian mobil mikrolet sejak tanggal 19 november 2017 dengan trayek Malalayang-45 kota Manado. Untuk itu kasus ini akan diserahkan ke Polsek Sario guna penyidikan selanjutnya," pungkas Galih.(Ferrowaney)

 

Minsel, Sulutnews.com - Tim Peneliti dari Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) dipimpin oleh Brigjen Pol. Drs. Oerip Subagyo, mengunjungi Polres Minahasa Selatan, pagi tadi, Rabu (22/11). Kunjungan tersebut dalam rangka melaksanakan penelitian terhadap penyebaran “hate speech” (ujaran kebencian) yang bisa merusak persatuan dan kesatuan Bangsa, serta upaya pencegahan dan penanganannya.

Adapun Tim Peneliti terdiri dari beberapa dosen STIK diantaranya Kombes Pol Drs. Fery Abraham, M.M,  AKBP Drs. H. Samsuri M.M sebagai sekretaris Tim Peneliti, Pembina Dr. Zulkarnein Koto, SH, M.Hum, dan Pembina Dr. (C) Ekawaty K, SH, M.Hum.

Kedatangan Tim disambut langsung oleh Kapolres Minahasa Selatan AKBP Arya Perdana, SH,SIK,MSi, Wakapolres Kompol Prevly Tampanguma, SH, dan seluruh Pejabat Utama Polres Minahasa Selatan. Usai transit di ruang kerja Kapolres, Tim Dosen STIK kemudian melakukan kegiatan penelitian yang diikuti Kabag Ops, Kasat Intelkam, Kasat Reskrim, Kasat Binmas, Kasubbag Humas, insan Pers dan sejumlah tokoh masyarakat.

“Hate Speech atau ujaran kebencian yang lagi tren saat ini, baik yang diucapkan secara langsung ataupun melalui media sosial menjadi salah satu potensi yang dapat merusak persatuan dan kesatuan kehidupan berbangsa dan bernegara, olehnya harus ada aksi nyata dalam upaya pencegahan maupun penanggulangannya,” ungkap Kombes Pol Drs. Fery Abraham, M.M.

Terpantau kegiatan korespondensi penelitan ‘hate speech’ ini berlangsung aktif, seluruh peserta tampak sangat antusias dalam memberikan pendapat, opini bahkan saran penanggulangan terhadap ujaran kebencian.(Ferrowaney)