Nasional

Nasional (4)

Manado, sulutnews.com-Kementrian Pendidikan Dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Kebudayaan RI bekerja sama dengan Dinas Kebudayaan Sulut , Kamis (19/10)  menggelar Seminar Hari Museum Indonesia bertempat di Halaman Gedung Museum Negeri Sulut. 

Tema Seminar "Merajut Kerukunan Hidup Berbangsa. Ahli Prasejara Paleontropologi Indonesia DR Harry Widianto, tampil menjadi pembicara dalam Seminar ini. 

Selain Dr Harry, yang juga Direktur Jendral Kebudataan RI, ada pula Dr Benny Mamontto, Direktur Museum Anti Narkoba, dan Dr Frederik D Rotinsulu, Kepala Dinas Kebudayaan Prov. Sulut. Dr Benny Tooy, ahli ahli  peninggalan situs pubakala menjadi moderator.

Seminar diikuti sekitar 100 peserta terdiri dari unsur pemerhati budaya di Sulut, budayawan, dosen, pers dan ASN.

Sebelumnya,  Hari Museum Indonesia dibuka secara resmi oleh Wakil Gubernur, Dr Steven Kanouw. Diwarnai dengan Pemberian Penganugrahan Cagar Budaya Dan Museum Tahun 2017, kepada tokoh museum seIndonesia yang telah berjasa melestarikan kekayaan budaya dan Pameran Kain Batik (berlangsung 19-25 Oktober)

Tampak hadir para tokoh Prasejarah, budayawan dan Atropologi seIndonesia. Termasuk Dr Nunug Supriadi yang membagikan buku terbarunya berjudul Melacak Jejak, Setengah Abad Direktorat Jendral Kebudayaan RI. Buku ini dihadiahkan secara cuma>cuma kepada tamu yang hadir. (yy*)

 

 

 

Sidoarjo, Sulutnews.com - Perayaan Puncak Hari Santri Nasional (HSN), yang akan digelar 22 Oktober 2017, InshaAllah dilaksanakan di Gelora Delta Sidoarjo. Direncanakan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), Rois Aam PBNU KH Ma’ruf Amin, Ketua PBNU KH. Said Agil Siradj dan Kiai-kiai Nusantara dari berbagai wilayah, ikut hadir.

Persiapan menjelang puncak HSN, Rabu (18/10), dilaksanakan rapat kordinasi dipandu Sekretaris PCNU Sidoarjo, Drs. H. Suwarno didampingi Katib PCNU Sidoarjo KH. Sholeh Qosim. Intinya, Sidoarjo siap menyukseskan peringatan HAN 2017.

Dikatakan Ketua Panitia HSN 2017 di Sidoarjo, M. Nizar, sejumlah acara akan dimulai pada hari-hari sebelum puncak acara. “Ada kegiatan baksos santri, beda buku, seminar nasional dan kegiatan santri lainnya,” katanya.

HSN nanti juga akan diadakan pemecahan rekor membaca kitab kuning yang melibatkan sekitar 55 ribu santri utusan dari Robithotul Ma’ahid Islamiyah (RMI) se-Jatim.

“Targetnya yang membaca kitab kuning sebanyak 45 ribu. Utusan RMI-RMI yang mendaftar sudah ada 50 santri. Kitab kuning yang akan dibaca nanti Nasho-ihul ‘Ibad karya Syaikh Nawawi Albantani,” tambahnya.

Ketua PC GP Ansor Kab. Sidoarjo H. Rizza Ali Faizin menandaskan, kegiatan ngaji bareng nanti akan memecahkan rekor Muri. “Insya-Allah rekor MURI baca kitab kuning ini akan bisa tercapai,” harapnya.

Rizza menjelaskan, kenapa HSN di Sidoarjo ini diadakan secara berbeda. Karena keinginan besarnya mengajak para santri untuk terus giat membaca dan menulis.

“Seperti yang dicontohkan oleh Syaikh Nawawi Albantani, beliau banyak berkarya dalam membuat kitab-kitab. Mulai masalah ubudiyah (tauhid) ilmu fiqih, akhlak, tasawwuf dan masalah lainnya,” jelasnya.

Dari hal yang dicontohkan oleh ulama besar seperti Syaikh Nawawi Albantani yang karyanya diakui di dunia, harapannya, santri juga terus gemar dalam literasi, membaca dan menulis.

“Apalagi saat ini banyak dan gampang dijumpahi soal adanya berita hoax. Santri harus bisa memerangi hal yang tidak baik itu. Kita kembalikan santri dengan kebiasaan literasi bahwa santri hari ini harus bisa menulis,” pungkas Rizza dengan menyebut pada puncak HSN nanti akan ada ijazah dari KH Ma’ruf Amin yang merupakan cicid Syaikh Nawawi Albantani.smsi

Pangkal Pinang, Sulutnews.com - GUBERNUR  Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), DR. Erzaldi Rosman menandatangi memorandum of  Understanding  (MoU)  dengan Pengurus Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) setempat. Penandatangan nota kesepahaman itu dilakukan dalam rangkaian Rapimnas SMSI pertama.

Rapat pimpinan SMSI itu dilaksanakan sejak 10 – 12 Oktober di Hotel Soll Marina, Kota Pangkalpinang, dihadiri utusan 27 provinsi di Indonesia. ‘’MoU dengan Pengurus SMSI saya yang minta dibuat, dalam rangka mempublikasi program pemerintah, termasuk menunjang sektor pariwisata,’’ kata Gubenur Provinsi Bangka Belitung, Erzaldi Rosman.

Menurut Erzaldi, sekarang ini merupakan era tehnologi digital, sehingga pengaruh informasi melalui android ke masyarakat sangat dasyat,  tidak bisa dibendung. Karena itu, diharapan kehadiran SMSI dapat  mengawasi informasi yang disajikan media siber.

‘’Perkembangan tehnologi informasi sekarang dengan kehadiran media online sangat luar biasa. Saya harapkan Rapimnas SMSI dapat member pengaruh positif bagi kemajuan pembangunan bangsa Indonesia diberbagai sector. Sebab, media online tidak sekedar menyajikan berita, tetapi memberikan edukasi kepada masyarakat, serta menjadi control social bagi pelaksanaan pembangunan di daerah maupun bangsa Indonesia,’’ ujarnya.

Ketua Umum SMSI Teguh Santosa, pada kesempatan itu menjelaskan terbentuknya SMSI. ‘’Saat ini pengurus SMSI berada di 27 provinsi, dengan jumlah anggota 800 pemilik Media Online, dan organisasi ini sudah terdaftar di Dewan Pers akan membantu pemerintah Daerah untuk publikasi potensi pariwisata di Babel’’ katanya.

Peserta yang hadir dalam Rapimnas perdana SMSI, utusan 27 provinsi. Di antaranya, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Gorontalo, Bengkulu, Lampung, Papua, DKI, Jawa Timur, Sumatera Selatan, Sumatera Barat, Sumatera Utara dan Daerah Istimewa Nanggro Aceh Darusalam.(MS)

Manado, Sulutnews.com – Sekretariat regional prakarsa segitika karang untuk terumbu karang, perikanan dan ketahanan pangan atau Coral Triangle Initiative on Coral Reefs, Fisheries and Food Security (CTI-CFF) di dukung oleh United States Agency International Development (USAID) dan United States Department Of Interior (USDOI). Menyelenggarakan Workshop selama 2 hari 25-26 September 2017, dalam rangka mengantisipasi penerapan sistem Catch Documentation And Traceability (CDT) di 6 negara anggota CTI-CFF.

Workshop kali ini membahas Catch Documentation And Traceability (CDT) yaitu proses pengembangan dan penerapan sistim dokumentasi hasil tangkap dan ketelusuran yang diharapkan dari proses pengembangan dan penerapan sistim ini maka kegiatan Illegal, Unreported, Undocumented Fishing (IUUF) dan seafood fraud dapat dikurangi sekaligus meningkatkan praktek perikanan berkelanjutan dan mendukung upaya-upaya pelestarian kekayaan aneka ragam hayati laut.

Dr. Muhammad Lukman pada confrensi pers di Gedung CTI Kairagi Manado mengatakan per 1 januari 2018 semua seafood (makanan laut) yang masuk ke negeri paman sam Amerika Serikat mengsyaratkan adanya dokumen ketelusuran CDT, terutama komoditas ikan tuna dan ikan karang hidup yang merupakan ekspor unggulan dari Indonesia.

“Implementasi CDT di Negara-negara anggota CDI-CFF adalah sebuah keniscayaan, karena persyaratan yang sangat  ketat dari Negara inportir hasil perikanan, namun menjadi peluang dalam menggarap pasar perdagangan perikanan yang masih sangat terbuka lebar khususnya pasar Amerika Serikat yang bernilai USD 96 Milyar”, Ujar Lukman.

Sementara itu Dr. Alan Koropitan salah satu Fasilitator menjelaskan dalam Workshop kali ini turut dilakukan identifikasi secara komprehensif 4 (empat) faktor utama di masing-masing Negara anggota CTI untuk membangun CDT yang kuat yaitu sistim ketelusuran, teknologi, oprasional dan regulasi.

“Memang enam negara CTI berbeda kesiapannya dalam mengadopsi sistim yang disampaikan seperti Indonesia, Malaysia, dan filipina dari segi ketelusuran mereka sangat siap tapi masih sebatas manual” kata Koropitan.

Universitas Samratulangi Manado, diwakili Dr. Ir. Reiny Tumbol menjelaskan untuk pelaksanaan CDT dikawasan CTI telah ditetapkan kota Bitung, Sulawesi Utara, sebagai tempat pembelajaran, meliputi implementasi dokumen hasil tangkap dan ketelusuran pada perusahaan ikan dan pelabuhan untuk tujuan ekspor.(MS)