Nasional

Nasional (361)

Rembang, Sulutnews.com - Di tengah  Pelaksanaan pengecoran jalan pada program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke 103 di Dukuh Ngotoko, Desa Pasedan, Kecamatan Bulu, ada satu hal yang menarik. Di saat itu melihat seorang ibu ingin melewati jalan yang sedang digarap, anggota satgas TMMD spontan lari menghampiri ibu tersebut dan membantu membawakan motornya melewati tumpukan batu koral ditengah jalan.Jum’at(19.10).

Sebut namanya bu Asiyah usianya sekitar 45 tahun. Warga Desa Pasedan, Kecamatan Bulu, Rembang. Kesehariannya berjualan di rumahnya.

Bu Asiyah sempat ketakutan ketika melihat seorang prajurit berlari mendekatinya. Wajahnya sangat ketakutan seketika berubah menjadi cerah dan senang, sebab prajurit TNI ternyata hendak membantu bu Asiyah mendorongkan motornya.

Sambil berjalan, bu Asiyah tak berhenti berucap dengan nada penuh syukur. Bahkan bu Asiyah sempat memanjatkan do’a bagi para Satgas TMMD yang sedang bertugas di desanya tersebut.

”Semoga bapak-bapak selalu di beri kesehatan,” ucap bu Asiyah. Selain itu juga sempat memberikan wejangan. Wejangan kepada Pratu Taufik yang telah membantu.(0720)

Rembang, Sulutnews.com – Dusun ngotoko, sebuah dusun terpencil di Kecamatan Bulu, yang menjadi sasaran program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) reguler, menyimpan banyak cerita memprihatinkan. Sebelum akses jalan ditata, ada seorang ibu melahirkan di tengah jalan, karena terjebak jalan rusak.

Namanya Suwati, warga Dusun Ngotoko Desa Pasedan. Wanita berusia 34 tahun ini mempunyai cerita sedih menghadapi medan terjal di kampungnya. Tiga tahun lalu, saat akan melahirkan putranya Rozikin, Suwati harus berjuang antara hidup dan mati. Pagi hari ketika merasakan perutnya mulas, sang suami berinisiatif membawa Suwati pergi ke Puskesmas, untuk menjalani persalinan.

Tapi mobil yang mereka tumpangi terjebak lumpur di tengah jalan. Warga akhirnya berdatangan untuk membantu mendorong mobil tersebut. Guncangan akibat jalan terjal berbatu, belum sampai Puskesmas, Suwati sudah keburu melahirkan di tengah jalan. Beruntung, ia dan bayinya selamat.

Suwati menuturkan setelah akses jalan antara Desa Pasedan menuju Dusun Ngotoko sepanjang hampir 3 kilo meter diperbaiki melalui program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD), Suwati berharap memperlancar mobilitas masyarakat, termasuk ketika ada ibu akan mendapatkan layanan persalinan.

“Waktu itu saya di dalam mobil hanya bisa berdo’a. Was – was terus rasanya, lha wong mobil didorong orang banyak kayak gitu. Belum sampai Puskesmas, bayi sudah mbrojol dulu. Alhamdulilah selamat, ini anak saya sudah besar, “ tutur Suwati.

Warga Desa Pasedan bersama aparat TNI, sampai Kamis sore (18 Oktober 2018) bersama – sama melakukan perbaikan jalan. Kanan kiri bahu jalan juga ditata, supaya umur jalan lebih awet.

Kepala Staf Komando Distrik Militer (Kasdim) Rembang, Mayor CAJ. Yoyok Sunaryo menjelaskan yang menjadi kendala, datangnya material sering terlambat, karena sulitnya menuju lokasi, sehingga membuat pengerjaan tidak bisa cepat.

“Masyarakat dari Dusun Ngotoko 30 orang, yang dari Pasedan 20 orang ikut bantu. Kami fokus tata bahu jalan dan pengerasan tanjakan. Masalah air dan datangnya material jadi kendala. Air kan susah, untuk ngaduk material. Sebenarnya kalau material lancar, bisa cepat selesai, “ ujar Yoyok.

Yoyok menambahkan meski ada kendala, namun pihak Kodim Rembang memastikan penataan jalan akan selesai tepat waktu, sebelum TMMD Reguler ditutup tanggal 13 November mendatang.(0720_Syaiful)

Rembang, Sulutnews.com - Desa Pasedan, Kecamatan Bulu, Kabupaten Rembang, adalah sebuah Desa yang terletak kurang lebih berjarak 19,7 Km dari Kota Rembang, dalam jarak tempuh waktu normal sekitar 30 menit, dengan melewati Akses jalan raya Rembang-Blora. Dimana wilayah Desa tersebut berbatasan langsung dengan Kabupaten Blora, luas wilayah 9,660 Km² dan jumlah penduduk      sekitar 4,324 jiwa, serta kepadatan 223 jiwa/Km².

Desa Pasedan termasuk sebagian Desa yang terpencil dan terisolir di wilayah Kabupaten Rembang, dan sekarang Desa Pasedan mendapatkan perhatian dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Pemerintah Kabupaten Rembang, melalui TMMD (Tentara Manunggal Membangun Desa) Reguler ke-103 Kodim 0720/Rembang. Dimana sebenarnya pihak Kodim 0720/Rembang memang sudah lama menjadikan Desa tersebut sebagai sasaran TMMD.

Warga Desa Pasedan merasa bahagia, terutama Kepala Desa Pasedan lah yang merasa sangat bangga dan senang tidak karuan. Namanya adalah Kusman, usia 53 tahun, kelahiran Dukuh Bencili, Desa Kebon Agung, Kecamatan Sulang, Kabupaten Rembang, dikarunia tiga orang anak (2 laki-laki dan 1 perempuan), dari Istrinya yang bernama Indah.

“ Dukuh Ngotoko ke Desa Pasedan memang memiliki jalan yang panjang dan rusak, jarak dari Dukuh Ngotoko ke Desa Pasedan sekitar 4 km. Dan Dukuh Ngotoko letaknya sekitar 3 kilometer dari pusat Desa Pasedan, sedangkan seluruh Fasilitas umum, seperti sekolah dan Bidan Desa pun hanya ada di pusat Desa Pasedan”, kata Kusman.

"Anak-anak warga Dukuh Ngotoko kalau mau berangkat sekolah ke Desa Pasedan sebagian juga ada yang jalan kaki, dan mereka pun berangkat lebih awal pagi-pagi sekitar jam 05.30 setiap harinya. Karena jarak tempuh memakan waktu kurang lebih 1 jam", tambahnya.

"Dulu juga pernah ada ibu-ibu hamil yang hendak melahirkan akan dibawa ke Bidan Desa yang tempatnya di Desa Pasedan, dengan menggunakan kendaraan sepeda motor. Karena menempuh jalan yang cukup jauh dan rusak, akhirnya sang ibu ini pun melahirkan di tengah-tengah perjalan, beruntung saja semuanya dapat diatasi dan kondisinya pun baik-baik saja. Saya merasa sangat bersyukur sekali dengan adanya TMMD di Desa saya. Harapan saya, semoga dengan Akses jalan yang telah diperbaiki ini, bisa memperlancar semua Aktifitas warga dan pengguna jalan lainnya”, pungkasnya.(0720_Syaiful)

Rembang, Sulutnews.com -  Semangat anak-anak sekolah dari Dusun Ngotoko menuju sekolah SD Negeri 1 Pasedan untuk menuntut ilmu di sekolah. Kurang lebih  5 kilometer mereka berjalan dari rumah menuju sekolah dengan menyusuri jalan yang rusak berlubang, berbatu dan berdebu. Itu artinya mereka setiap harinya berjalan kurang lebih 10 kilo meter saat pulng dan pergi sekolah.  Jum’at (19/10)

Kaitanya dengan kegiatan Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-103 Kodim 0720/Rembang yang dilaksanakan di Desa Pasedan Kecamatan Bulu khususnya Dusun Ngotoko. Dilokasi ini sedang berjalan pembangunan jalan penghubung antara Dusun Ngotoko dan Desa Pasedan Kodim Rembang melalui kegiatan TMMD Reguler ke-103, pengerjaan jalan yang sedang dikebut oleh Satgas TMMD dan masyarakat setempat serta dibantu oleh pihak yang terlibat dalam kegiatan TMMD diwilayah ini.

Setelah selesainya pengerjaan pembangunan jalan penghubung ini nantinya anak-anak sekolah bisa naik sepeda karena jalan yang tadinya rusak berlubang dan berbatu menjadi bagus dan layak untuk dilalui bagi pengendara. Dengan adanya TMMD diwilayah ini kiranya dapat membawa perubahan yang baik serta menunjang taraf hidup yang lebih baik pula bagi seluruh warga diwilayah ini.(0720_Syaiful)

Rembang, Sulutnews.com - Empat hari sudah TMMD Reguler Ke-103 Kodim 0720 Rembang telah berlangsung sejak dibukanya oleh Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maemoen pada 15 Oktober lalu.

Hubungan emosional rasa kebersamaan dan keguyuban segenap elemen warga masyarakat Desa Pasedan dan sekitarnya dengan anggota Satgas TMMD semakin terlihat nyata.

Dari berbagai elemen dari tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh adat maupun organisasi kemasyarakatan dan lainnya, sangat antusias ikut membantu pekerjaan yang hasilnya nanti hanya ditujukan untuk kemakmuran dan kesejahteraan bersama, bukan hanya bagi masyarakat Desa Pasedan saja.

Sasaran- sasaran baik pokok dan sasaran tambahan di lokasi TMMD, segenap warga masyarakat bahu membahu dan silih berganti bersama dengan anggota Satgas untuk turut menyukseskan gelaran ini. Datang ke lokasi TMMD bersama, bekerja bersama, istirahat bersama saat pulang juga mereka lakukan bersama.

Setelah selesai melaksanakan pekerjaan sasaran fisik TMMD Reguler 103, masyarakat  Desa Pasedan dengan anggota Satgas TMMD bergegas kembali ke tempat istirahat bersama-sama. Tampak dengan jelas mereka saling bercengkrama dan bersenda gurau. Kamis (18/10).

Kiranya inilah sebagai cerminan bahwa warga masyarakat Desa Pasedan Kecamatan Bulu sudah menganggap anggota TNI yang terlibat dalam Satgas TMMD sebagai saudara baru mereka. (0720_Syaiful).

Rembang, Sulutnews.com - Sehari-hari dirumah Bapak Joko Yatin (36) dan Ibu Sunarti (25) warga Rt 05/01Dukuh Ngotoko Desa Pasedan Kecamatan Bulu, dijadikan tempat menginap beberapa Anggota Satgas TMMD Reguler ke-103 Kodim 0720/Rembang dari Bataliyon Infanteri 410/Alugoro.

Dengan penuh kerelaan sekaligus bangga karna rumahnya dijadikan tempat menginap para Satgas TMMD. Dalam kesempatan yang baik ini pula Ibu Sunarti (25) sehari-harinya memasak dengan menu seadanya untuk makan pagi, siang dan malam. Pada saat makan pagi, siang maupun malam mereka selalu menikmati  makan bersama dan penuh keakraban bahkan sudah menjadi bagian dari keluarga mereka, walau dengan hidangan seadanya. Jum’at 19/10

“Saya sangat menikmati saat makan, apapun lauk dan sayurnya yang penting ada kerupuk bandung.” Ungkap Praka Sofi’i  Anggota Yonif 410/Alugoro, ungkapan rasa terimakasih pun selalu terucap setiap saat. Dengan makan hidangan seadanya telah menambah tenaga dan semangat bagi Satgas TMMD untuk bekerja membangun jalan setiap harinya.(0720_Syaiful)

Rembang, Sulutnews.com - Pembangunan sasaran fisik pada program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke 103 Kodim 0720/ Rembang terus dilaksanakan. Terlihat hasil pekerjaan yang dilakukan anggota Satuan Tugas (Satgas) TMMD bersama warga pada sasaran betonisasi jalan. Jum’at (19/10).

Supono salah satu warga Dukuh Ngotoko, Desa Pasedan, Kecamatan Bulu, Rembang mengatakan, betonisasi yang di programkan TMMD ini sangat tepat sasaran. Semua kalangan masyarakat akan merasakan hasilnya. Termasuk juga anak-anak kami yang masih duduk di bangku sekolah, mereka sangat terbantu dengan adanya perbaikan jalan ini.

“Anak-anak kami senang pak, melihat jalannya diperbaiki. Mereka tambah semangat untuk ke sekolah. Kata anak saya dalane apik pak, alus luwih alus karo omae dewe ( jalannya bagus pak, halus lebih halus dari rumah kita ),” kata Supono.(0720_Syaiful)

Rembang, Sulutnews.com - Program Tentara Manungal Membangun Desa (TMMD) Reguler Ke 103 Kodim Rembang, kegiatan non fisik juga dilakukan oleh satgas di Desa Pasedan, Kecamatan Bulu, Kabupaten Rembang.

Salah satu anggota Satgas yang juga anggota Koramil 05/Bulu Serda Samirin membantu warga Desa Pasedan Sukino (59) membuat anyam bambu untuk dinding rumahnya yang sudah lapuk. Kamis (18/10).

Anyaman  bambu merupaka salah satu bahan alternatif  bagi warga masyarakat Desa Pasedan selain papan kayu untuk menutupi rumahnya, karena sekarang papan kayu semakin sulit maknya warga mengantinya ayaman bambu sebai pengantinya.

"Walaupun hanya terbuat dari  bambu tetapi juga cukup kuat untuk penganti papan kayu yang selama ini dipakai dan juga karena sulitnya bahan dari kayu" ujar Sukino.

Di dalam program TMMD memang kegiatan non fisik seperti komsos yang dilakukan disela-sela pengerjaan fisik, hal ini sangat diperlukan untuk menjaga keharmonisan hubungan antara TNI dengan rakyat untuk menunjang dan memperlancar program ini. (0720_Syaiful).

Rembang, Sulutnews.com -  TMMD Reguler ke 103 Kodim 0720/Rembang yang dilaksanakan di Dukuh Ngotoko, Desa Pasedan, Kecamatan Bulu, Rembang, ter;etak di wilayah pegunungan. Melihat lokasi yang berbukut-bukit tak hayal apabila para Prajurit yang tergabung dalam Satgas TMMD Kodim Rembang harus menempuh jalan tanjakan maupun turunan, untuk mencapai sasaran.

Dari tempat mereka menginap menuju ke sasaran TMMD ditempuhnya dengan berjalan kaki. Seperti yang dikatakan Serda Lulus Totok Komandan Regu (Danru) Yonif 410/Alugoro. “Dari tempat kami menginap sampai kesasaran berjarak cukup jauh, serta medannya ada tanjakan dan turunan, untuk kami sampai di sana kemungkinan kecil menggunakan kendaraan. Jadi harus ditempuh dengan berjalan kaki,” ungkap pria alumni Caba PK 2015 itu.

Walaupun medannya terbilang sulit, namun tidak menyurutkan semangat anggota yang tergabung dalan Satgas TMMD. Bahkan tidak jarang masyarakat setempat mendengar nyanyian khas Prajurit TNI disaat perjalanan baik pulang maupun berangkat ke sasaran TMMD.(0720_Syaiful)

Rembang, Sulutnews.com - Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reg 103 Kodim 0720/Rembang melanjutkan proses pembuatan jalan Makadam di Desa Pasedan Kecamatan Bulu Kabupaten Rembang, kegiatan tersebut di lakukan Satgas dan masyarakat sekitar. Pengecoran di kerjakan secara bertahap sambil menghamparkan batu makadam untuk pemadatan jalan sepanjang 2.538 meter.

Kapten Inf wardiayana Pasiter Kodim 0720/Rembang mengatakan program TMMD Reg 103 Dim Rembang tahun anggaran 2018 dalam kegiatan tersebut, para Satgas TMMD dan Masyarakat sangat bersemangat dan saling bergotong royong, melihat masyarakat sangat antusias pekerjaan pengecoran akan lebih mudah dan akn cepat selesai. Sesekali para Satgas dan Masyarakat bersendau gurau disela-sela pengerjaan, hanya sekedar untuk mengusir kejenuhan dan kelelahan mereka.

“Banyak cara yang prajurit dan warga lakukan untuk mengusir rasa lelah mereka. Ada yang bersendau gurau bahkan ada pula yang saling pijit memijit,”ungkap Pasiter Kodim Rembang.(0720_Syaiful)