Steven Kandouw : Pasca Bencana Banjir dan Tanah Longsor Warga Harus Bisa MerayakanNatal

Written by  Yayuk Wulur Dec 20, 2017

Manado, Sulutnews.com- Wagub Sulut, Drs.Steven Kandow menghimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi bencana alam banjir dan tanah longsor susulan pasca bencana awal Desember yang melanda beberapa daerah di Sulawesi Utara. 

Wakil Gubernur Sulut Drs.Steven Kandouw mengatakan hal itu dalam konfrensi pers di Manado, Selasa (20/12)

Intensitas hujan yang meningkat sejak awal Desember lalu mengakibatkan banjir dan 23 ribu korban mengungsi," katanya menegaskan. 

Selain itu masih ada 3003 rumah rusak sejak bencana pada 16-18 Desember lalu, tambahnya. BMKG telah mengumumkan bahwa bencana banjir bisa terjadi kapan saja apabila intensitas hujan naik pada bulan Desember dan Januari, dan kita lihat buktinya terjadi.

Ia menambahkan Pemerintah telah menyusuri lokasi bencana banjir dan tanah longsor Desember serta melakukan identifikasi korban bencana dan sigap tanggap memberikan pertolongan seperti pemberian sembako.

"Yang pertama saya dan Pak Gubernur ingin segera melakukan Identifikasi korban, rumah sarana dan prasarana jalan dan jembatan yang rusak sejak hari pertama terjadi bencana. Mana untuk keperluan korban seperti alat tidur, makanan, baju dan mana untuk perbaikan rumah serta jalan dan jembatan harus segera dituntaskan," kata wagub.

Yang kedua, pemerintah terus berkoordinasi dengan BMKG. Menurut wagub, potensi hujan dan angin kencang serta gelombang pasang  harus diwaspadai. Sebab, bencana tiap tahun proyeksi juga terjadi, tidak lagi lima tahun sekali seperti yang diduga. BMKG, telah menerapkan sisitim pengawasan dan membentuk pos pos pemantau sungai untuk memastikan bahaya banjir itu.

Ada 6 sungai yang mengalir ke laut yang tinggi air sudah 5 meter terus diawasi. Baik itu kewenangan nasional sedang ditanggulangi Pemerintah Daerah. Demikian pula dengan Jalan yang ruas terkena banjir seperti jalan ke Tondano, dan Amurang, Kembes agar segera tuntas diperbaiki sebelum tanggal 25 Desember, katanya.  

Tentang boleh tidaknya kapal melaut untuk penumpang mudik, ditambahkan Wagub Steven, pemerintah telah berkoordinasi dengan pihak Adpel agar mengeluarkan himbauan apabila air sudah mencapai tinggi 2 meter dari permukaan laut agar kapal dilarang melaut. 

"Kapal besar diawasi agar jangan melaut jika curah hujan meningkat dan air laut naik," katanya. Penanggulangan bencana. Tanggap Darurat, kata Wagub, dilakukan hingga tanggal 24 Desember. (yy)