Rapat kordinasi dg Pemkab Sidoarjo Rapat kordinasi dg Pemkab Sidoarjo Rapat kordinasi dg Pemkab Sidoarjo

Puncak HSN,Pecahkan Rekor MURI 45 Ribu Santri Ngaji Bareng Kitab Kuning

Written by  Oct 18, 2017

 

Sidoarjo, Sulutnews.com - Perayaan Puncak Hari Santri Nasional (HSN), yang akan digelar 22 Oktober 2017, InshaAllah dilaksanakan di Gelora Delta Sidoarjo. Direncanakan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), Rois Aam PBNU KH Ma’ruf Amin, Ketua PBNU KH. Said Agil Siradj dan Kiai-kiai Nusantara dari berbagai wilayah, ikut hadir.

Persiapan menjelang puncak HSN, Rabu (18/10), dilaksanakan rapat kordinasi dipandu Sekretaris PCNU Sidoarjo, Drs. H. Suwarno didampingi Katib PCNU Sidoarjo KH. Sholeh Qosim. Intinya, Sidoarjo siap menyukseskan peringatan HAN 2017.

Dikatakan Ketua Panitia HSN 2017 di Sidoarjo, M. Nizar, sejumlah acara akan dimulai pada hari-hari sebelum puncak acara. “Ada kegiatan baksos santri, beda buku, seminar nasional dan kegiatan santri lainnya,” katanya.

HSN nanti juga akan diadakan pemecahan rekor membaca kitab kuning yang melibatkan sekitar 55 ribu santri utusan dari Robithotul Ma’ahid Islamiyah (RMI) se-Jatim.

“Targetnya yang membaca kitab kuning sebanyak 45 ribu. Utusan RMI-RMI yang mendaftar sudah ada 50 santri. Kitab kuning yang akan dibaca nanti Nasho-ihul ‘Ibad karya Syaikh Nawawi Albantani,” tambahnya.

Ketua PC GP Ansor Kab. Sidoarjo H. Rizza Ali Faizin menandaskan, kegiatan ngaji bareng nanti akan memecahkan rekor Muri. “Insya-Allah rekor MURI baca kitab kuning ini akan bisa tercapai,” harapnya.

Rizza menjelaskan, kenapa HSN di Sidoarjo ini diadakan secara berbeda. Karena keinginan besarnya mengajak para santri untuk terus giat membaca dan menulis.

“Seperti yang dicontohkan oleh Syaikh Nawawi Albantani, beliau banyak berkarya dalam membuat kitab-kitab. Mulai masalah ubudiyah (tauhid) ilmu fiqih, akhlak, tasawwuf dan masalah lainnya,” jelasnya.

Dari hal yang dicontohkan oleh ulama besar seperti Syaikh Nawawi Albantani yang karyanya diakui di dunia, harapannya, santri juga terus gemar dalam literasi, membaca dan menulis.

“Apalagi saat ini banyak dan gampang dijumpahi soal adanya berita hoax. Santri harus bisa memerangi hal yang tidak baik itu. Kita kembalikan santri dengan kebiasaan literasi bahwa santri hari ini harus bisa menulis,” pungkas Rizza dengan menyebut pada puncak HSN nanti akan ada ijazah dari KH Ma’ruf Amin yang merupakan cicid Syaikh Nawawi Albantani.smsi

Last modified on Sunday, 29 October 2017 12:31