Presiden :Kita Tak Bole Kalah Bersaing Dengan Negara Lain

Written by  Fanny Waworundeng Nov 16, 2017

MANADO, Sulutnews.com-Presiden Joko Widodo mengatakan, kita sebagai bangsa yang besar dengan 250 juta lebih jumlah penduduknya jangan kalah bersaing dengan negara-negara lain termasuk negara tetangga kita. Kita harus maju terus bersatu membangun bangsa. Untuk bersaing secara global maka kita harus membangun infrastruktur yang baik seperti jalan, jembatan pelabuhan bandara yang selama ini masih tertinggal dibandingkan dengan negara lain. Demikian sambutan Presiden Joko Widodo saat membuka Kongres Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) ke XX di Graha Gubernuran Bumi Beringin Manado, Rabu, (15/11).

"Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) harus berperan memajukan bangsa ini,"Kata Presiden Jokowi, begitu juga dengan sumber daya manusia (SDM) jangan kalah dan tertinggal dengan negara lain. Kita harus tingkatkan SDM terutama menguasaai teknologi digital yang semakin maju. Bahkan, kalau perlu ada Fakultas Digital di Fakultas Ekonomi dan adanya Politeknik dan sekolah yang menguasai digital, tegasnya.

Hadir dalam Pembukaan Kongres GMNI Ke-XX, yakni Menteri Sekretaris Negara Pramono Anung, Menteri PU dan Perumahaan  Rakyat Basuky S, Gubernur Sulut Olly Dondokambey, Wakil Gubernur  Stevem Kandow, Gubernur Jawa Timur tokoh GMNI, dan Presidium GMNI saat ini Crishman Damanik,SH serta 1.000 lebih peserta Kongres dari 167 Cabang GMNI di seluruh Indonesia.Kongres yang akan berlangsung hingga 19 November

Menurut Presidium GMNI Crishman Damanik,SH akan menghasilkan beberapa matri terkait persoalan bangsa dan negara. Selain itu, akan merumuskan program untuk menunjang NKRI, Pancasila, Bhineka Tunggal Ika dan UUD 45.

Presiden menambahkan, saat ini, pihaknya melakukan terobosan membangun berbagai infrastruktur jalan, jembatan dan bandara serta jalan Tol semuanya didaerah-daerah itu untuk memajukan bangsa terutama ekonomi rakyat dan adanya pemerataan pembangunan dan adanya keadilan. Pertumbuhan ekonomi akan naik Kalau, ada bandara di daerah terpencil seperti di Papua, maka akan muda kita jangkau. Dan harga BBM akan turun tidak lagi Rp 100 /liter. di Papua.

Infrastruktur itu akan menyatukan kita karena dari Aceh ke Papua akan lancar kalau ada transportasi udara dan juga laut.

Ia mengatakan, Indonesia negara besar dan luas. Kita harus terus membangun dengan kebersamaan berdasarkan Pancasila.

Dalam bagian lain, ia mengatakan, kita harus berani mengambil keputusan dalam membangun bangsa ini. Ia mencontohkan Perpu Ormas 2017 yang banyak pro kontra itu saya yang bertangung jawab. Ini harus dibuat agar mereka yang menetang pencasila itu tidak ada, Begitu  juga kebijakan,mengenai saham di PT. Free Port di Papua itu keputusan harus 51 persen.Ini suatu keputasan yang berani. Termasuk, menenggelamkan kapal pencuri ikan. Ada sekitar 7.000 kapal ikan yang mencuri, Kita harus berani melakukan keputusan ini kalau tidak nelayan kita yang rugi 

Sementara itu, Gubernnur Sulut Olly Dondokambey mengatakan Pemda Sulut terus memajukan daerah ini dengan membangun infrastruktur jalan dan bandara. Begitu juga, sarana pendidikan dan kesehatan. Persatuan dan kesatuan didaerah ini sangat baik dan kemajemukan serta cinta akan Pancasila  sangat baik didaerah ini. Kongres GMNI di Sulut ini sangat baik karena sekaligus memperlihatkan kemajuan dan promosi daerah.

Presiden sebelum kembali sempat makan ikan bakar disalah satu restoran tepi jalan Balai Kota Manado dan disambut ribuan warga Manado hingga ke Bandara Sam Ratulangi Manado. (fan)