CTI-CFF Gelar Workshop Dorong Penerapan CDT

Written by  Sep 28, 2017

Manado, Sulutnews.com – Sekretariat regional prakarsa segitika karang untuk terumbu karang, perikanan dan ketahanan pangan atau Coral Triangle Initiative on Coral Reefs, Fisheries and Food Security (CTI-CFF) di dukung oleh United States Agency International Development (USAID) dan United States Department Of Interior (USDOI). Menyelenggarakan Workshop selama 2 hari 25-26 September 2017, dalam rangka mengantisipasi penerapan sistem Catch Documentation And Traceability (CDT) di 6 negara anggota CTI-CFF.

Workshop kali ini membahas Catch Documentation And Traceability (CDT) yaitu proses pengembangan dan penerapan sistim dokumentasi hasil tangkap dan ketelusuran yang diharapkan dari proses pengembangan dan penerapan sistim ini maka kegiatan Illegal, Unreported, Undocumented Fishing (IUUF) dan seafood fraud dapat dikurangi sekaligus meningkatkan praktek perikanan berkelanjutan dan mendukung upaya-upaya pelestarian kekayaan aneka ragam hayati laut.

Dr. Muhammad Lukman pada confrensi pers di Gedung CTI Kairagi Manado mengatakan per 1 januari 2018 semua seafood (makanan laut) yang masuk ke negeri paman sam Amerika Serikat mengsyaratkan adanya dokumen ketelusuran CDT, terutama komoditas ikan tuna dan ikan karang hidup yang merupakan ekspor unggulan dari Indonesia.

“Implementasi CDT di Negara-negara anggota CDI-CFF adalah sebuah keniscayaan, karena persyaratan yang sangat  ketat dari Negara inportir hasil perikanan, namun menjadi peluang dalam menggarap pasar perdagangan perikanan yang masih sangat terbuka lebar khususnya pasar Amerika Serikat yang bernilai USD 96 Milyar”, Ujar Lukman.

Sementara itu Dr. Alan Koropitan salah satu Fasilitator menjelaskan dalam Workshop kali ini turut dilakukan identifikasi secara komprehensif 4 (empat) faktor utama di masing-masing Negara anggota CTI untuk membangun CDT yang kuat yaitu sistim ketelusuran, teknologi, oprasional dan regulasi.

“Memang enam negara CTI berbeda kesiapannya dalam mengadopsi sistim yang disampaikan seperti Indonesia, Malaysia, dan filipina dari segi ketelusuran mereka sangat siap tapi masih sebatas manual” kata Koropitan.

Universitas Samratulangi Manado, diwakili Dr. Ir. Reiny Tumbol menjelaskan untuk pelaksanaan CDT dikawasan CTI telah ditetapkan kota Bitung, Sulawesi Utara, sebagai tempat pembelajaran, meliputi implementasi dokumen hasil tangkap dan ketelusuran pada perusahaan ikan dan pelabuhan untuk tujuan ekspor.(MS)